Ini Keunggulan Aplikasi ‘Polisi Dalam Genggaman’ yang Diciptakan AKBP Audie S Latuheru

Kapolda Sumsel menyatakan Aplikasi 'polisi dalam genggaman' dapat digunakan untuk umum

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru menciptakan sebuah aplikasi yang bisa digunakan masyarakat umum untuk melaporkan tindak kejahatan di sekelilingnya hanya dengan sekali tekan tanpa diketahui identitasnya oleh siapapun. Demikian aplikasi yang diberi nama polisi dalam genggaman hasil karya Kapolres OKU Timur yang dilaunching Kamis (29/9/2016) malam.

Aplikasi “Polisi Dalam Genggaman” bisa didownload oleh semua pengguna handhphone berbasis Android dan IOS yang dapat secara langsung terhubung dengan pihak kepolisian dan masyarakat tanpa diketahui identitas pengirimnya. Dalam menanggapi laporan masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut, polres OKU Timur menyiagakan administrator yang bersiaga selama 24 jam untuk memantau semua tindak kriminalitas dan kejadian lainnya di OKU Timur yang dilaporkan masyarakat.

“Setelah kita mendapat laporan yang masuk ke server, maka admin akan langsung mengirimkannya kepada seluruh anggota yang ada mengenai lokasi kejadian, ciri-ciri pelaku, jumlah dan arah pelaku melarikan diri,” katanya.

Selain itu kata dia, masyarakat yang sudah mendownload dan menginstall aplikasi tersebut juga akan mendapat pemberitahuan dan permintaan dari polisi untuk memberitahukan jika melihat orang yang sesuai dengan ciri-ciri tersangka.

“Masyarakat yang memberitahukannya tetap tidak diketahui identitas dan lokasinya. Jadi semuanya rahasia dan sangat terjamin. Masyarakat tidak perlu lagi takut melapor. Selain itu tidak ada jarak lagi antara polisi dengan masyarakat. Jadi aplikasi ini seakan-akan seperti masyarakat memegang polisi,” katanya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo dalam sambutannya saat me launching aplikasi tersebut mengatakan, dalam mencegah tindak kejahatan tugas seluruh masyarakat. Seperti wilayah OKU Timur yang merupakan daerah yang sangat makmur dengan penghasilan beras yang bahkan berlebihan, namun tindak kejahatan terus meningkat.

“Tentunya kejahatan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan ekonomi (makan, red) melainkan disebabkan kurangnya pendidikan budi pekerti sejak kecil yang membuat masyarakat terutama generasi muda mudah tergoda oleh lingkungan baik lingkungan internet maupun lingkungan masyarakat,” katanya.

Kapolda meminta masyarakat untuk tidak ragu memberikan laporan mengenai adanya tindak kejahatan yang dilihat dan didengar disekeliling baik dengan mendatangi kantor polisi dan membuat laporan.

“Namun jika masyarakat takut, bisa menggunakan aplikasi yang memberikan akses kepada masyarakat untuk melaporkan segala bentuk tindak kejahatan kepada polisi hanya dengan mengenggam HP ditangan,” katanya.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid MD dalam sambutannya mengatakan, angka kemiskinan di OKU Timur mengalami penurunan setiap tahunnya. Namun demikian, penurunan angka kemiskinan tersebut membuat angka kriminalitas mengalami peningkatan. Dia berjanji akan berusaha sekuat tenaga menggandeng semua unsur menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Berbagai pola yang dilaksanakan untuk menekan angka kriminalitas. Setelah dipelajari ternyata salah satu cara untuk menekan angka kriminalitas adalah dengan membuat aplikasi tersebut agar masyarakat melaporkan semua kejadian tanpa merasa takut. Selama ini polisi mengalami kesulitan mengidentifikasi tersangka karena minimnya laporan,” katanya.

Kholid juga mengucapkan terimakasih kepada Kapolda Sumsel yang bersedia menurunkan tim khusus dalam membasmi penjahat yang selama ini meresahkan masyarakat yang saat ini berhasil meski dalam kurun waktu yang singkat yakni selama satu bulan.

“Sekali ucapkan terimakasih saya sampaikan kepada bapakl kapolda atas kiriman timsusnya,” kata Kholid.

Tutorial Download dan Install Polisi Dalam Genggaman

Pengguna Android dan IOS:

Buka Play Store

1.Tuliskan Polres OKUT di search angine

2.Setelah keluar tulisan POLRES OKUT downlod dan tunggu hingga instalasi selesai.

3.Setelah di install masyarakat bisa menuliskan laporan tanpa diketahui identitasnya oleh polisi.

Berikut Cara Kerja Aplikasi ‘Polisi Dalam Genggaman’:

Masyarakat yang melihat tindak kejahatan tuliskan di (silakan lapor) kemudian ketik laporan seperti contoh “telah terjadi pencurian modil avaza dengan nopol BG 3242 YDA di jalan utama. Mobil yang dicuri menggunakan stiker anti teroris dan velk racing merah jambu”. Maka Pesan yang dikirimkan masyarakat tersebut akan otomatis masih ke administrator yang akan langsung dibalas dengan format “Telah terjadi pencurian modil avaza dengan nopol BG 3242 YDA di jalan utama. Mobil yang dicuri menggunakan stiker anti teroris dan velk racing merah jambu” bagi masyarakat yang melihat silakan segera laporkan). Masyarakat yang sudah mendownload aplikasi tersebut akan otomatis menerima pesan dan langsung tampil di layar HP. Sehingga ketika masyarakat melihat kendaraan yang dimaksud akan langsung melapor dan admin akan langsung melihat ke peta dan menghubungi polisi terdekat untuk memblokade jalan.