Jalan Provinsi di OKUT Seperti Kubangan Kerbau

Foto: Istimewa Teks Foto: Kondisi jalan provinsi yang belum pernah dilakuakan perbaikan secara total mengalami kerusakan parah hingga menyulitkan pengendara.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Ruas Jalan Provinsi yang menghubungkan antara wilayah Kurungannyawa hingga BK 16 yang hampir mencapaia 100 Kilometer (Km) rusak parah dengan genangan air yang menyulitkan pengendara akibat lubang jalan yang sudah berbentuk kubangan. Ironisnya kondisi tersebut sudah terjadi selama puluhan tahun terakhir dan perbaikan yang dilakukan pemerintah provinsi hanya sebatas tambal sulam seadanya yang hanya mampu bertahan beberapa bulan saja.

Kerusakan jalan tersebut kontan saja menjadi kontroversi masyarakat terutama mereka yang menggunakan ruas jalan tersebut setiap hari untuk beraktifitas. Upaya pemerintah provinsi meningkatkan perekonomian masyarakat dengan menggelar berbagai event nasional bahkan internasional seakan hanya untuk kepentingan beberapa daerah saja.

“Banyak prestasi dan pujian untuk Sumsel yang sukses dengan sejumlah program dan event nasional hingga internasional. Namun hal itu hanya dirasakan oleh segelintir orang saja yang berada di perkotaan. Sementara di beberapa daerah terutama OKU Timur tidak ada perhatian sama sekali bahkan cenderung diabaikan,” ungkap salah satu Tokoh Masyarakat OKU Timur Joko Suprianto Jumat (14/10/2016).

Menurutnya, kerusakan jalan Provinsi di OKU Timur hampir terjadi secara menyeluruh dengan lubang jalan yang berada di mana-mana yang jarak hanya beberapa meter saja. Lubang jalan dengan diameter mencapai 1 meter lebih dan kedalaman 10-15 centimeter tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa ekstra hati-hati.

“Saat musim hujan seperti sekarang ini banyak pengendara yang terjatuh dan terluka akibat kerusakan jalan ini. Mereka tidak menyadari lubang yang ada cukup dalam sehingga terkadang terjebak dan masuk kedalam lubang yang cukup dalam hingga terpelanting,” ungkapnya.

Sementara Hanif (42) sopir truk pengangkut material yang setiap hari melintas ruas jalan provinsi tersebut mengaku kerap terjebak didalam lubang yang cukup dalam hingga mobilnya terpaksa harus didongkrak dan ditarik karena tidak bisa keluar dari kubangan lumpur yang sudah menyentuh gardan mobilnya.

“Banyak kendaraan yang terjebak dan terpaksa harus berhenti cukup lama karena gardannya tersangkut. Bukan hanya itu tidak sedikit juga kendaraan yang pecah ban karena terjebak dalam lubang tersebut,” katanya.

Selain menganggu aktifitas dan membahayakan pengendara, kerusakan jalan tersebut juga membuat jarak tempuh menjadi dua kali lipat dari biasanya. Jika jalan dalam kondisi bagus kata dia, jarak tempuh Martapura-Belitang hanya sekitar satu jam, namun dengan kerusakan jalan saat ini jarak tempuh mencapai 2 hingga tiga jam.

“Tentunya harapan kita agar pemerintah daerah terutama pemerintah pusat dan provinsi dapat segera memperbaiki jalan yang rusak selama puluhan tahun ini. Perbaikan total belum pernah dilakukan. Saya sudah puluhan tahun membawa mobil melintas jalan ini dan selama itu belum pernah ada perbaikan total yang dilakukan pemerintah,” katanya.

Sumber: sripoku.com