Miriss… Puluhan Tahun Jalan Provinsi di OKUT Jadi Kubangan

Sejumlah masyarakat yang melakukan perbaikan jalan provinsi Kurungannyawa-Belitang secara swadaya karena tidak ada perhatian dari pemerintah provinsi
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Selama lebih dari 20 tahun jalan provinsi yang menghubungan antara Desa Kurungannyawa, hingga BK 16 sepanjang kurang lebih 60 Kilometer (Km) belum pernah diperbaiki secara maksimal oleh pemerintah. Jalan yang merupakan wewenang pemerintah Perovinsi Sumatera Selatan tersebut hanya diperbaiki dengan cara menambal seadanya yang langsung rusak setelah terkena air hujan.

Joko Suprianto, salah satu tokoh masyarakat Belitang mengaku sejak dirinya berdomisili di Belitang tahun 1990 jalan provinsi tersebut belum pernah diperbaiki secara total, padahal jalan yang menghubungkan antara sejumah kabupaten dan Provinsi tersebut selalu digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil panen berupa beras dan padi keluar daerah.

Masyarakat saat ini kata dia, sudah tidak memiliki jalan lain selain pasrah dan berdoa agar mendapatkan keajaiban sehingg jalan yang lebih mirip seperti kubangan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah sehingga masyarakat memiliki kenyamanan saat melintasinya.

“Karena seluruh upaya yang dilakukan mulai dari meminta bantuan pemerintah provinsi tidak digubris, saat ini yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan berbuat sendiri dengan melakukan perbaikan seadanya. Yang merasa pemiliknya sudah puluhan tahun tidak berbuat, jadi masyarakat yang terpaksa harus berbuat dengan modal sendiri meskipun hanya dengan modal yang sangat minim,” katanya.

Menurut Joko, tidak ada alasan dari pihak pemerintah untuk tidak melakukan pembangunan ruas jalan provinsi tersebut. Jika saat ini pemerintah berasalan tidak bisa melakukan pembangunan karena defisitnya anggaran, menurutnya alasan tersebut tidak bisa diterima dengan akal sehat mengingat dalam beberapa tahun terakhir pembangunan terus mengalir di Ibukota Provinsi Sumsel yakni Palembang dengan berbagai event yang sukses dilaksanakan.

“Namun kenyataannya didaerah OKU Timur semua itu hanya isapan jempol saja. Pujian dan kesuksesan selama ini hanya dirasakan dan diungkapkan oleh mereka yang tidak mengetahui keadaan didalam secara sesunggunya,” tegasnya.

Joko berharap, dalam waktu dekat pemerintah dapat melakukan perbaikan terhadap ruas jalan provinsi tersebut sehingga pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Selain itu dengan dibangunnya jalan provinsi tersebut tentu saja dapat mengurangi kemacetan akibat kendaraan yang terperosok hingga rusak dan dapat mengurangi dampak kecelakaan.