Perkosa Bocah Hingga Pendarahan, Warga Minta Tersangka Dihukum Mati

Teks Foto: Tersangka (kiri) Puluhan warga Pemetungbasuki mendatangi Mapolres OKU Timur untuk meminta agar bisa membawa dan membunuh tersangka pemerkosa anak dibawah umur (kanan).

KABAROKUTIIMUR.COM, MARTAPURA – Puluhan warga Desa pemetungbasuki, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur Sabtu (15/10/2016) sekitar pukul 14.30. mendatangi kantor kepolisian OKU Timur untuk membawa Supriyono (46) yang merupakan tersangka pemerkosa anak dibawah umur yang telah berhasil ditangkap massa pada pada pagi harinya sekitar pukul 07.00.

Supriyono merupakan pelaku pemerkosa anak dibawah umur berinisial ANS (4 tahun) pada tahn 2012 lalu yang menyebabkan korban mengalami pendarahan pada bagian anus dan kemaluannya akibat perbuatan tersangka.

Tersangka berhasil melarikan diri selama empat tahun dan ketika kembali berhasil ditangkap massa, namun belum sempat dihakimi massa pihak kepolisian menyelamatkan tersangka dan membawanya ke Mapolsek BP Peliung.

Warga yang geram dengan kelakuan tersangka yang telah melakukan pemerkosaan hingga ANS mengalami gangguan mental kemudian berencana mendatangi Mapolsek BP Peliung untuk meminta tersangka agar dihakimi massa. Pihak kepolisian yang mengetahui rencana massa yang dipimpin kades Pemetungbasuki Herman Rolip, tersangka kemudian dipindahkan ke Mapolres OKU Timur.

Sempat terjadi perdebatan antara massa dengan petugas kepolisian yang menghalangi massa untuk medekati tersangka. Massa yang sudah geram karena kelakuan tersangka kemudian memahami dan meninggalkan Mapolres dengan ancaman agar tersangka diberi hukuman seberat-beratnya.

“Jangan pak, kita ini adalah negara hukum. Biarkan kami yang memprosesnya, percayakan semuanya kepada kami,” ungkap penyidik kepolisian kepada massa.

Setelah melakukan negosiasi yang alot, kemudian massa menyetujui penyidik kepolisian dengan syarat hukuman terhadap tersangka dijatuhkan dengan berat bahkan hukuman mati.

“Saat persidangan kami akan mengerahkan massa untuk mengawasinya. Jika hukumannya tidak berat kami akan melakukan aksi dan bila perlu akan kami culik tersangka dan kami bunuh,” ungkap massa.

Menurut Kepala Desa Pemetungbasuki Herman Rolip, apa yang telah dilakukan tersangka sangat biadap dengan memperkosa korban hingga mengalami pendarahan pada bagian anus dan kemaluannya.