Tembak Polisi, Grandong ini Akhirnya Ditembak Mati

Senjata api beserta Amunisi yang berhasil diamankan polisi dari tangan tersangka Jamidin.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Tindakan tegas terpaksa diambil Tim Khusus (Timsus) Mapolres OKU Timur terhadap pelaku grandong yang kerap meresahkan warga karena aksinya yang tidak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya jika melakukan perlawanan Jumat (21/10/2016) sekitar pukul 20.00. terhadap tersangka Jamidin (35) warga Desa Ulakbuntar, Kecamatan Belitangmulya,  Kabupaten OKU Timur.

Polisi terpaksa melumpuhkan tersangka karena berusaha memberikan perlawanan ketika akan ditangkap menggunakan senjata api. Beberapa kali tersangka memberikan tembakan kepada Polisi. Namun polisi yang sudah bersiaga akhirnya berhasil melumpuhkan tersangka. Nyawa tersangka tidak dapat tertolong ketika akan dibawa ke RSUD Tulusayu.

Dari tangan tersangka Polisi berhasil menyita barang bukti berupa Senjata Api Rakitan (Senpira) beserta empat butir amunisi jenis FN. penangkapan tersangka sendiri berdasarkan laporan korbannya LP no.pol:Lp/B/20/X/2016 /Sumsel/okut/Sek belitang 2,tgl 15 okt 2016 .perkara CURAS dengan korban Bayu Pratama (16) pelajar, warga Desa yang sama.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui kasat reksrim didampingi Kapolsek Belitang II AKP Fauzi Saleh ketika konfirmasi Sabtu (22/10/2016) mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan korban kepada polisi yang menyebutkan bahwa dirinya telah digrandong oleh pelaku.

Korban yang mengenali tersangka langsung memberikan laporan kepada Polisi. Setelah mendapat laporan aparat langsung melakukan pengejaran dan menemukan tersangka. Karena terus memberikan perlawanan dengan melepaskan tembakan kepada polisi setelah diberikan tembakan peringatan agar pelaku menyerahkan diri, polisi kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembak tersangka hingga menyerah.

“Pelaku tertembak dibagian dada sebelah kiri. Nyawa pelaku tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Tulusayu Belitang,” kata Fauzi seraya mengatakan situasi aman dan terkendali kendati sempat tersiar kabar warga Ulakbuntar akan melakukan penyerangan kepada pihak kepolisian.