Sebelum Dibangun LIPI Akan Laksanakan Analis dan Study

Kepala LIPI Dr Iskandar Zulkarnain (kiri) dan Bupati OKU Timur HM Kholid MD (memakai Peci) saat melakukan penandatanganan MoU kajian seluruh pembangunan lintas sektoral yang akan dilaksanakan di OKU Timur.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur melakukan kerjasama dengan Lempaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam seluruh pembangunan baik fisik maupun pembangunan perekonomian. Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD Senin (24/10/2016).

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Pemkab OKU Timur yang dihadiri langsung oleh Bupati HM Kholid MD dengan kepala LIPI Prof Dr Iskandar Zulkarnain disaksikan oleh jajaran LIPI, bertempat di kantor LIPI Jakarta Jumat (21/10/2016) lalu.

Menurut Kholid, MoU antara Pemkab OKU Timur dengan LIPI tersebut dalam berbagai bidang kajian seperti ekonomi, fisik, infrastruktur, keagamaan dan lainnya. Sebelum pembangungan dalam berbagai bidang tersebut dilaksanakan, maka terlebih dahulu akan dianalisa dan dikaji oleh pihak LIPI mengenai kelayakannya.

“Jadi seluruh pembangunan dan kebijakan yang akan diambil kepala daerah didasari dengan study kelayakan dan data yang falid. Selama ini banyak daerah yang mengambil kebijakan tanpa data-data yang falid dan analisa,” kata Kholid.

Sehingga kata dia, seluruh pembangunan yang akan dilaksanakan dalam berbagai sektor bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah karena sebelum dilakukan pembangunan terlebih dahulu dilakukan analisis dan study kelayakan.

“Jadi kita akan membawa dokumen dan foto-foto mengenai potensi yang ada di OKU Timur. Setelah itu akan dibawa ke LIPI untuk dianalisa dan dikaji. Setiap SKPD nanti akan memberikan wacana mengenai apa yang terbaik. Namun sebelum dilakukan pembangunan terlebih dahulu akan dikaji dan dianalisis oleh pihak LIPI,” katanya.

Menurut Kholid, kerjasama tersebut dilakukan bertujuan agar seluruh pembangunan yang akan dilaksanakan dalam berbagai sektor bisa lebih terarah dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi bangunan yang ada benar-benar bermanfaat untuk masyarakat banyak. Membangun sesuai kebutuhan bukan membangun sesuai keinginan,” kata Kholid.