Puluhan Locok, Pistol dan Peluru Diserahkan ke Polisi

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru beserta jajaran saat menunjukkan puluhan senjata api rakitan yang diserahkan masyarakat serta satu tersangka yang berhasil diamankan.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sebanyak 80 Pucuk Senjata Api Rakitan (Senpira) dan 71 amunisi berbagai kaliber siap untuk diserahkan ke Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kemudian dimusnahkan. Demikian diungkapkan Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru saat menggelar Jumpa Pers Kamis (3/11/2016).

Menurut Kapolres, selain puluhan Senpira dan amunisi tersebut, polisi juga berhasil menangkap satu tersangka yang tertangkap memiliki dan membawa senjata api rakitan. 80 pucuk senpira tersebut kata dia, terdiri dari 58 senpira laras panjang dan 31 pucuk laras pendek.

“Sedangkan untuk amunisi yang diserahkan berjumlah 71 butir dengan berbagai kaliber masing-masing kaliber 9 mm 38 mm, 6,7 mm dan 556mm. Kalau untuk senpira semua dipastikan merupakan hasil buatan tangan dan bukan pabrik. Sedangkan untuk amunisi semuanya merupakan buatan pabrik yang saat ini sedang ditelusuri asalnya,” katanya.

Polisi kata Aduie sangat berharap kepada masyarakat untuk dapat menyerahkan senjata api yang disimpan atau dimiliki karena semuanya melanggar hukum dan terancam dipidana 15 tahun hingga seumur hidup. Jadi kata dia, masyarakat dihimbau untuk menyerahkan senpira sebelum dilakukan penggeledahan.

“Ada dugaan senpi-senpi ini dibuat di OKU Timur. Namun polisi saat ini sedang melakukan penelusuran kebenarannya. Kita menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui lokasinya untuk melaporkan dengan polisi melalui aplikasi Polisi Dalam Genggaman (PDG) yang aman dan tidak diketahui oleh masyarakat lainnya,” katanya.

Kapolres juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat OKU Timur yang semakin terbuka dalam memberikan laporan berbagai tindak kejahatan kepada polisi baik melalui aplikasi Polisi dalam genggaman (PDG) yang bisa didownload di Adnroid dan Ios maupun yang melaporkan secara langsung kepada polisi.

“Ada juga masyarakat yang menghimbau tetangga dan temannya untuk tidak menyimpan dan membawa senpira karena melanggar hukum. Itu sangat di apresiasi karena ternyata masyarakat juga sangat perduli dengan keamanan dan kenyamanan di OKU Timur ini. Kami sangat senang dan berterimakasih,” katanya.