Ingin Sukses Dalam Hidup Ini Kuncinya

Ilustrasi

Andai bisa melakukan atau menjadi apa saja di dunia, kira-kira apa yang bakal anda pilih?

Dialihbahasakan dari artikel lifehack.org oleh Tri Angga

KABAROKUTIMUR.COM – Bagi sebagian orang, menjadi penyanyi terkenal, musisi, bintang film, penulis atau atlit profesional merupakan cita-cita yang ingin diraih. Sebagian lain malah memilih hal-hal sederhana : terbebas dari hutang, pensiun dini atau mengelola usaha sendiri.

Apapun yang anda inginkan, itu SANGAT MUNGKIN TERWUJUD—meskipun anda kerap merasa hal tersebut mustahil. Kenapa demikian? Sebab banyak orang yang sukses dapat kita jadikan contoh.

Jadi, apa yang membuat sebagian orang sukses dan sebagian lain tidak? Apakah bakat lahir, pendidikan, atau mungkin murni keberuntungan? Apakah ada formula rahasia yang dilakukan oleh seseorang hingga dapat meraih kesuksesan? Ataukah, benar kata pepatah lama: kesuksesan datang pada orang, tempat dan waktu yang tepat.

Jawabnya adalah YA. Semua elemen tersebut dapat menjadi faktor penentu level keberhasilan anda dalam hidup. Meskipun, ada dua karakteristik yang merupakan penentu utama kesuksesan, yakni, ambisi tanpa henti dan etos kerja yang gigih dan superkuat.

Ambisi

Secara sederhana dapat diartikan sebuah keinginan kuat untuk meraih keberhasilan yang menuntut kerja keras dan determinasi. Titik. Bertanya tentang apa yang anda inginkan bukanlah hal yang tepat. Sebab, pertanyaan paling penting untuk kesuksesan anda adalah : Seberapa besar anda menginginkannya?

Pertanyaan ini harus dijawab, sebab ambisi selalu ada harganya.

Etos Kerja

Kita semua memahami apa itu etos kerja. Jika anda pernah menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat, anda memahami, apa itu kerja keras. Etos kerja kita berkembang pada pengalaman dan interaksi di masa-masa awal kerja. Ada beberapa pertanyaan yang perlu anda renungkan sehingga dapat menandai asal mula sistem penilaian anda terhadap kerja. Apakah upaya anda produktif? Apakah dihargai? Apakah kemalasan dan sikap masaa bodoh dihargai? Apakah anda terdorong ataukah dimanjakan? Apakah anda diizinkan untuk berhenti? Apakah anda sering berhenti dari pekerjaan?

Persamaan sederhana :

Ambisi + Kerja keras = Sukses

Ambisi – Kerja Keras = Mimpi

Banyak orang mengatakan jika mereka ambisius—tapi apakah benar? Menginginkan sesuatu saja tidaklah cukup. Ambisi sebenarnya selalu berpasangan dengan kerja keras. Keduanya merupakan kembar dempet yang mustahil terpisah. Melakukan upaya minimal untuk mencapai kepuasan maksimal adalah kebiasaan yang identik dilakukan oleh orang berambisi kecil, atau bahkan tidak memiliki ambisi sama sekali. Kesuksesan tidak datang sendiri. Harus mulai disadari jika itu membutuhkan kerja keras dan komitmen yang kuat, membutuhkan waktu ekstra yang menyita daya tahan tubuh dan pikiran. Dan hal ini harus sering dilakukan.

Kita kerap berandai mengenai pemimpi yang membayangkan keinginannya. Tapi jika tidak mau kerja keras terhadap impian itu, anda tetaplah seorang pemimpi—yang selamanya tak beranjak dari ranjang.

Kerja Keras – Ambisi = Hamster dalam kandang roda.

Kenyataan ini harus diungkapkan, banyak orang yang gagal dalam kategori ini. Mereka bekerja keras puluhan jam, berjalan ratusan kilo tapi nihil hasil. Hampa.

Ambisi (keinginan yang kuat pada hal tertentu) adalah fokus yang mengizinkan anda untuk mengarahkan kerja keras pada target yang jelas (spesifik). Bayangkan seekor hamster yang berlari di dalam sebuah roda. Binatang kecil tersebut hanya berlari, berlari dan berlari tanpa tujuan. Hasil yang dicapai hanyalah tubuh yang kelelahan dan kehabisan energi. Apa anda ingin seperti itu?

Ambisi + Kerja keras = Sukses

Temukan hasrat terbesar diri anda, dan jadikan itu misi hidup. Orang sukses menanam kebiasaan ambisius yang berpatokan pada hasil akhir maksimal. Sekali mereka berhasil, lantas diikuti patokan lain. Yang harus selesai. Mereka tidak berlama-lama puas. Mereka selalu fokus dari dalam.

Para ambisius adalah pribadi yang keras hati. Memiliki fokus serupa sinar laser, dan ketika ‘tergelincir’ mereka tetap fokus dan komitmen pada jalan mereka. Mengatur ulang rencana bukanlah kegagalan—mereka menciptakan peluang. Mereka tidak puas dengan hasil yang biasa dan menghindar menjadi medioker—orang-orang biasa. Mereka teguh pada proses dan melaksanakan dengan sungguh. Mereka mengambil resiko. Mengejar mimpi adalah kegiatan beresiko. Ambisi menuntut resiko dan melibatkan sekelumit kegagalan. Resiko gagal akan dihadapi dengan keberanian jika diimbangi dengan tindakan kalkulatif.

Para Ambisius mempercayai diri mereka. Mereka percaya diri dapat berhasil menuju hasil yang diinginkan dan tahu menggunakan bakat unik yang mereka miliki untuk keuntungan mereka. Mereka positif. Sukses adalah sikap pikiran. Dengan tujuan untuk tetap fokus dan terkendali mencapai cita-cita, pikiran anda harus disiplin untuk optimis, meskipun menghadapi kekecewaan, kegagalan atau harus banting tulang saat hendak menunaikan ambisi.

Harus berpikir strategis. Fokus pada yang penting, mampu mengutamakan prioritas, dan mampu melestarikan dan mengeluarkan jumlah energi dan usaha—pendek kata, kemampuan strategis dalam ambisi adalah luar biasa penting. Kemampuan ini meminimalisir kegagalan dan penyia-nyiaan waktu. Menjadi strategis berarti membagi rata apa yang anda bayangkan, serta meletakkan di mana posisi yang ingin anda tempatkan. Lantas sekaligus dapat membuat peta yang dapat menghubungkan kedua hal tersebut.

Ada perbedaan besar antara menjadi pemimpi dan pengejar mimpi. Satu menetap di ranjang membayangkan apa yang akan terjadi. Yang lain, beranjak tiap pagi dan mengisi gelas ambisi sampai penuh dengan kerja keras terfokus dan ketelatenan.

Dialihbahasakan dari artikel lifehack.org oleh Tri Angga

People Who Achieve What They Want In Life Have These Two Qualities In Common

by Denise Hill

There is a difference between a dreamer and a dream chaser. One stays in bed fantasizing about what could be and the other wakes up every morning and fills their ambition mug to the brim with focused hard work and diligence.