Guru dan Siswa di SDN Gunungbatu Terpaksa Gulung Celana

Sejumlah guru dan siswa saat melintasi air yang sudah menggenangi halaman sekolahnya. Untuk menuju kelas para guru dan siswa terpaksa harus gulung celana dan angkat anrok.

KABAROKUTIMUR.COM, CEMPAKA – Sejumlah siswa dan siswi di Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 Desa Gunungbatu, Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur terpaksa harus menggulung celana dan mengangkat anrok setiap akan memasuki kelas. Hal itu disebabkan karena luapan Sungai Komering mulai merendam halaman sekolah mereka yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Tingginya intensitas hujan yang terjadi di hulu sungai menyebabkan halaman sekolah tersebut terendam hingga 40 Centimeter (cm). Meski tidak menganggu proses belajar mengajar, namun kondisi tersebut tentu saja sangat menganggu para siswa dan guru baik saat memasuki kelas maupun ketika akan bermain dan pulang sekolah.

Mirisnya, kondisi tersebut selalu terjadi setiap tahun dan belum ada tindakan baik dari Dinas Pendidikan maupun dari Pemerintah OKU Timur untuk mengatasinya. Hal itu menjadi pemandangan biasa bagi para siswa dan masyarakat sekitar, namun jika melihat di sekolah-sekolah lain yang kering dan halamannya bisa digunakan para siswa untuk bermain setiap jam istirahat, tentu saja kondisi yang terjadi di SDN 4 Desa Ganungbatu sangat miris dan seakan membuat para siswa tidak bisa menikmati waktu bermain bersama setiap musim penghujan tiba.

Dikonfirmasi dari laman Facebook Ahmad Mursal Senin (14/11/2016) menyebutkan, meluapnya air di sekolah tersebut sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Namun dia tidak bisa memastikan kapan air akan kembali surut sehingga para siswa bisa bermain di halaman sekolahnya. Hal itu disebabkan karena hujan terus mengguyur hulu sungai dan Sungai Komering masih cukup tinggi.

“Sekolah SDN 4 Gunung Batu Kec Cempaka, walau banjir para guru tetap smgat mengar…,” tulisnya di laman facebook sambil menampilkan para siswa dan guru yang mengangkat anrok untuk menuju kelas.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah terjadi setiap tahun dan hingga saat ini belum ada solusi sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi setiap musim penghujan.

banjir-2
Para siswa SDN 4 Gunungbatu terpaksa hanya bermain di teras sekolah karena banjir merendam halaman sekolahnya