Sopir Taksi Asal OKUT ini Bekerjasama Rampok WNA Asal Korea di Jakarta

Tersangka Heru (kiri) dan korbannya WNA Korea bernama KIM

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Unit Reskrim Polsek Buaymadang, Kabupaten OKU Timur Sabtu (11/11/2016) sekitar pukul 23.00.WIB berhasil menangkap pelaku perampokan terhadap Warga Negara Asing (WNA) Asal Korea bernama KIM yang terjadi di wilayah Citos Cilandak Jakarta yang terjadi pada 5 November 2016 lalu.

Tersangka yang berhasil ditangkap bernama Heru alias Bagas (20) warga Desa Wayhalom, Kecamatan Buaymadang. Heru merupakan sopir Taxi Ekspress di wilayah Jakarta dan diduga bekerjasama dengan rekannya yang masih buron untuk melakukan perampokan terhadap penumpangnya. Tersangka Heru menjadi sopir Taxi Ekspress di Jakarta atas bantuan dan perantara Mat Ali yang masih satu kampung dengan tersangka.

Informasinya Minggu (13/11/2016), penangkapan terhadap tersangka berawal dari laporan anggota DPRD OKU Timur yang mengaku telah mengamankan tersangka Heru.

Tersangka diamankan Anggota DPRD tersebut atas laporan dari Mat Ali yang merasa terancam karena selalu ditelpon oleh menegement Taxi Ekspress yang meminta mertanggungjawabkan atas perampokan yang telah diakukan tersangka Heru bersama rekannya.

“Heru menjadi sopir taxi atas rekomendasi Mat Ali. Namun Heru melakukan perampokan terhadap salah satu penumpangnya warga WNA. Karena pihak taxi mengetahui bahwa Mat Ali yang menjadi perantaranya. Kemudian mereka (management taxi) meminta peratanggungjawaban Mat Ali.

Mat Ali kemudian berdiskusi dengan anggota DPRD dan kemudian memanggil tersangka hingga akhirnya dilaporkan kepada polisi dan tersangka berhasil ditangkap,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasat Reskrim didampingi Kapolsek Buaymadang Minggu (13/11/2016).

Menurut Audie, adapun kronologis perampokan yang dilakukan tersangka Heru dan rekannya terhadap WNA asal Korea tersebut terjadi dalam kurun waktu antara tanggal 4-5 November lalu di wilayah Jakarta.

Sebelum kejadian pada tanggal 4 November sekitar pukul 22.00.WIB. Heru yang merupakan sopir Taxsi Ekspress yang sedang menunggu penumpang (ngetem, red) di wilayah Melawai Blok M didatangi oleh salah satu rekannya bernama Lion (20) warga Muncakkabau Kecamatan BP Bangsa Raja OKU Timur yang merupakan sopir tembak Heru.

Heru kemudian memberikan kunci mobil kepada Lion untuk mencari penumpang. Sekitar pukul 02.00.WIB dinihari, Lion kemudian menemui Heru dan menyerahkan uang sebesar Rp. 3 Juta.

Uang tersebut diakui Lion diambilnya dari dalam tas dukung jenis Ransel warna coklat yang merupakan milik WNA warga Korea. Setelah menerima uang tersebut, Heru dan Lion kemudian mengembalikan mobil taxi tersebut ke poll Mobil Taxi  di wilayah Depok Sawangan Jakarta.

“Usai mengembalikan mobil ke poll, keduanya kemudian melarikan diri ke ke wilayah Sumatera tepatnya Buay Madang dengan tujuan untuk menghilangkan jejak.

Berdasarkan keterangan tersangka, tas coklat yang mereka ambil dari korban dibuang ke laut antara Merak dengan Bakauheni. Tas tersebut berisi paspor buku  dan dokumen serta pena denga kewarganegaan korea,”  lanjut Audie.

Menurut Audie, setelah berhasil menangkap tersangka, polisi kemudian berkordinasi dengan pihak perusahaan dan diketahui bahwa Tempat Kejadian Perkara (TKP) perampokan terjadi di wilayah Citos Cilandak. Korban yang menumpang mobil Heru yang dikemudikan Lion dipaksa turun. Sedangkan tas korban yang berisi dokumen berupa identitas paspor, dompet berisi uang Rp. 3 Juta dan terdapat uang lain sebanyak Rp. 37 Juta dirampas oleh tersangka yang saat ini masih buron.

“Tersangka Heru yang berhasil ditangkap ini merupakan DPO yang sedang kita kejar dengan kasus perampokan pada tahun 2014 lalu. Heru bersama tiga rekannya melakukan perampokan terhadap korbannya dengan menghadang dan melakukan pengancaman. Tiga rekannya saat ini masih dalam pengejaran polisi,” jelas Audie.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan lanjutnya, adalah sepeda motor jenis Yamaha RX-King BG 4879 LY. Polisi kata dia, terus melakukan pengembangan untuk menangkap Lion yang merupakan pelaku utama perampokan terhadap WNA Korea tersebut.

Sumber: Sriwijaya Post