Ratusan Ha Sawah Petani Terancam Gagal Tanam

Lahan sawah petani yang terkena banjir dan terancam mengalami gagal panen karena sudah berlangsung selama beberapa hari.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Puluhan Hektare (Ha) lahan pertanian sawah penduduk di wilayah Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur terendam banjir akibat luapan Sungai Komering yang terjadi sejak beberapa hari terkahir.

Sedikitnya 500 Ha lahan persawahan warga terendam sejak lima hari terakhir yang dikhawatirkan akan berdampak pada kegagalan tanam mengingat tanaman padi yang terendam banjir tersebut baru berusia lima hari. Belum bisa diprediksi jumlah kerugian akibat banjir tersebut karena hingga saat ini air belum surut dan terus merendam tanaman padi petani.

Selain lahan pertanian yang teredam, sebanyak 98 rumah warga juga terendam air yang tersebar di enam dusun. Bukan hanya rumah warga, kantor desa dan puskesmas pembantu juga tidak luput dari genangan air. Namun warga belum mengungsi dan masih menetap di rumah masing-masing karena genangan air belum masuk ke rumah mereka.

“Petani banyak yang menangis karena sawah mereka rusak parah akibat disapu banjir. Banjir  sudah terjadi sejak lima hari lalu. Tanaman padi petani yang terendam sudah terjadi sejak lima hari terakhir. Dan hingga saat ini air terus naik membuat warga sangat khawatir,” ungkap Kades Mendayun Nasruddin melalui Sekdes Zainal Abidin dikonfirmasi Senin (21/11/2016).

Sementara Kepala Dinas TPH OKU Timur Ruzuan Efendi mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah lahan yang terendam yang mengalami gagal tanam untuk kemudian dilakukan pengambilan langkah penanganan terhadap dampak dari bencana banjir tersebut.

“Kita masih melakukan pendataan jumlah lahan yang terendam untuk kemudian diambil langkah selanjutnya,” ungkap Ruzuan.

Sedangkan Kepala BPBD OKU Timur H Rusman SE MM mengatakan wilayah OKU Timur yang terkena banjir terletak di lima kecamatan dengan lokasi paling parah terhadap di di Kecamatan Martapura di yakni Kampungsawah. Selainya menurut dia di empat kecamatan lainya banjir banyak menghantam persawahan petani.