Diduga Pasal Serempetan motor, Jailani Meregang Nyawa Dieksekusi Didepan Warga Villamasin

Korban Jailani yang meninggal dunia di Tempat kejadian Perkara (TKP) setelah di keroyok

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Tiga warga Desa Vilamasih, Kecamatan Jayapura masing-masing Suhardi (50) Sumarlin (35), dan Karyadi (32) nekad menghabisi nyawa Jailani (45) warga Pasar Lingut Kecamatan Jayapura Rabu (23/11) sekitar pukul 17.00. pembunuhan tersebut terjadi di halaman rumah Samsuri warga Vilamasin Kecamatan Jayapura ketika korban sedang duduk di bangku halaman rumah Samsuri.

Korban meninggal dunia akibat  menderita luka tusuk masing-masing tiga lubang dibagian dada, satu luka tusuk dibawah ketiak kiri dan kanan, luka robek leher belakang sebelah kiri dan  luka tusuk tembus di paha kiri

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan Kamis (24/11) peristiwa pembunuhan tersebut diduga dilatari dendam karena satu bulan sebelumnya antara korban dan tersangka sempat terjadi perselisihan. Korban memukul pelaku ketika mengalami kecelakaan akibat bersenggolan sepeda motor. Tidak terima telah dipukul korban, pelaku kemudian melapor ke Polres OKU Timur.

Namun meski sudah melapor kepada polisi para pelaku tetap tidak terima dengan perbuatan korban Jailani. Diduga masih menyimpan dendam, ketiga pelaku kemudian mendatangi Jailani yang sedang duduk di bangku rumah Samsuri dengan membawa parang dan balok kayu.

Tanpa basa-basi para pelaku langsung menyerang Jailani hingga akhirnya meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersimbah darah tanpa sempat memberikan perlawanan.

Sejumlah masyarakat yang menyaksikan peristiwa berdarah tersebut gempar, namun warga hanya bisa menyaksikan pembunuhan tersebut tanpa berani memberikan pertolongan karena ketiga pelaku masih berada di lokasi saat melakukan eksekusi pembunuhan tersebut.

Warga baru berani mendekat dan berusaha menyelamatkan korban ketika para pelaku sudah mneinggalkan lokasi dan melarikan diri. Namun nyawa korban tidak tertolong karena luka yang dialami korban cukup banyak dan merupakan organ vital.

“Memang antara pelaku dan korban sempat terjadi perselisihan karena bersenggolan sepeda motor. Sebenarnya warga tidak menyangka kejadian mengenaskan ini bisa terjadi. Namun meskipun sudah berlangsung hampir satu bulan, ternyata dendam mereka tetap tidak hilang hingga pembunuhan ini terjadi,” ungkap warga sekitar ketika diwawancarai.

Kapolres OKU Timur AKBPAudie S Latuheru melalui Kasubag Humas AKP Hardan HS membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya membenarkan adanya kejadian tersebut, menurutnya, setelah mendapat informasi aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban tewas, anggota SatReskrim dan Unit Reskrim Polsek Martapura mendatangi TKP dan melakukan oleh TKP.

“Polis kemudian membawa korban ke RSUD Martapura untuk dilakukan VER. Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan ke rumah tersangka dan melakukan pengejaran terhadap para tersangka,” katanya.