Harga Getah Karet Mulai Naik, Petani Sumringah

Petani karet saat menyadap karet. Harga getah karet dalam dua minggu terakhir mengalami kenaikan

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Harga getah karet di Kabupaten OKU Timur mengalami kenaikan cukup signifikan sejak dua minggu terakhir menjadi Rp. 11 Ribu per kilogram. Namun kenaikan harga tersebut tentu saja tidak bisa dinikmati seluruh petani mengingat sejumlah petani sudah mengalihfungsikan dan menebang habis lahan karet mereka dan diganti dengan tanaman ubi ataupun jagung.

“Harga karet bulanan saat ini mencapai Rp. 11 Ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp. 8 Ribu per kilogram. Untuk tata niaga penjualan karet dilakukan dengan lelang sehingga petani akan menjual karet kepada peserta lelang yang memberikan penawaran tertinggi,” kata salah satu pengusaha karet untung Harmono ketika diwawancarai Rabu (23/11/2016).

Menurut Untung, petani terus berharap agar harga karet terus membaik sehingga petani karet lebih diuntungkan karena bisa menunjang perbaikan ekonomi masyarakat. Untung memprediksi harga karet akan kembali mengalami kenaikan hingga level Rp. 13 Ribu per kilogram.

“Analisisnya jika harga karet tidak kunjung membaik, maka kemungkinan negara akan mengalami kerugian karena lahan semakin sedikit mengingat banyak masyarakat melakukan alihfungsi lahan menjadi kebun ubi racun dan jagung karena harga karet murah sedangkan harga ubi racun cukup tinggi,” katanya.

Sedangkan petani karet lainnya Heriyanto menanmbahkan harga karet dengan sistim tender saat ini mencapai hingga Rp. 15 Ribu per kilogram yang sebelumnya hanya Rp. 9.700 per kilogram. Hasil perkebunan karet petani saat ini mengalami penurunan karena banyak petani yang melakukan alihfungsi lahan.

“Dalam satu Hektare (Ha) kebun karet saat ini bisa menghasilkan 250 hingga 300 kilogram. Jumlah tersebut menurun karena petani tidak melakukan pemupukan sejak beberapa tahun lalu yang disebabkan oleh anjloknya harga karet,” katanya.

 Sumber: Sriwijaya Post