Bupati OKUT Beri Bantuan Beras Terhadap Korban Banjir

Bupati OKU Timur HM Kholid MD didampingi ketua TP PKK dan kepala BPBD Rusman dan camat Martapura saat menyerahkan bantuan beras untuk korban banjir beberapa waktu lalu

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA –Wujud perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang menjadi korban banjir, Bupati OKU Timur HM Kholid MD, Selasa (29/11/2016), memberikan bantuan berupa beras masing-masing 15 kilogram untuk setiap Kepala Keluarga (KK).

Saat dibincangi usai berkeliling ketiga Desa yang terletak di wilayah Kecamatan Martapura, Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, adapun bantuan berupa beras yang dibagikan merupakan wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warganya yang menjadi korban banjir.

Menurut dia, sesuai dengan data yang tercatat sedikitnya ada 3380 KK yang terkena bencana banjir. Untuk jumlah bantuan yang telah didistribusikan sebanyak 60 ton beras dan 33 ton bibit padi serta bantuan lainnya berupa sembako.

“Sebelumnya bantuan dari pengusaha berupa beras 10 ton sudah didistribusikan. Bantuan beras kembali kita bagikan sebanyak 50 ton dengan membagi secara merata 15 kilogram untuk satu KK di tiga Desa yakni Kampungsawah, Tanjungkemala, dan Tanjungaman,” katanya.

Sebenarnya kata Kholid, beras cadangan pemerintah yang ada di Bulog sebanyak 100 ton, namun pihaknya baru mengambil setengah. Sedangkan sisanya masih disimpan sebagai stok dan antisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

“Masih ada sisa di bulog untuk cadangan pemerintah sebanyak 50 ton lagi yang akan digunakan sebagai antisipasi jika terjadi bencana lagi. Namun mudah-mudahan tidak terjadi bencana lagi karena kasihan masyarakat kesulitan untuk beraktifitas,” kata Kholid.

Dari pengamatan, puluhan masyarakat yang mendapat bantuan beras di tiga lokasi terlihat sumringan. Mereka dengan seksama mendengarkan sambutan Kholid yang meminta mereka untuk bersabar agar mendapatkan pahala dan berkah dari Allah atas kesabaran tersebut.

“Banjir yang terjadi di OKU Timur disebabkan kiriman dari OKU Selatan. Pemerintah sedang mengupayakan bagaimana agar genangan air tidak terlalu lama. Kalau tergenang pasti terjadi jika di hulu sungai hujan deras. Namun yang sedang diupayakan saat ini adalah bagaimana caranya agar air tidak tergenang selama berhari-hari,” katanya.