Dalam Satu Tahun, Satres Narkoba Polres OKUT Berhasil Ungkap 51 Kasus

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dalam menjalankan program pemerintah pusat yang sebelumnya telah menyatakan perang terhadap Narkotika, terhitung sejak bulan January sampai dengan November 2016, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres OKU Timur berhasil mengungkap sedikitnya 51 kasus penyalahgunaan Narkoba di Bumi Sebiduk Sehaluan.

Berdasarkan hasil catatan pihak Kepolisian ditahun ini, dari 51 kasus penyalahgunaan Narkoba tersebut terdiri dari 66 tersangka beserta barang bukti berupa 12.060 butir pil ekstasi, 375,52 gram sabu-sabu, dan 7,69 gram ganja.

“Jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, jumlah kasus yang terjadi ditahun ini cenderung sedikit menurun, namun data barang bukti yang tercatat di tahun ini jumlahnya meningkat. Dari data tersebut yang paling mendominasi ditahun ini yakni pemakai atau pecandu Narkoba,” ujar Kapolres OKU Timur melalui Kabag Ops Kompol Nurhardiansyah didampingi Kabag Ops AKP Hardan, Kamis (08/12/2016).

Lanjut Kabag Ops, adapun barang bukti yang berhasil disita sejauh ini semuanya sudah dimusnahkan. Selain itu, ada juga beberapa barang bukti yang diajukan ke pengadilan untuk kepentingan proses hukum.

“Seluruhnya ribuan barang bukti itu sudah kita musnahkan dan ada juga yang kita ajukan ke pengadilan untuk kepentingan berjalannya proses hukum,” lanjutnya.

Guna terus menekan angka penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten OKU Timur, pihaknya akan terus berupaya melakukan sosialisasi melalui setiap Polsek yang ada untuk terus berikan pengertian dan arahan akan bahaya mengkonsumsi Narkoba dikalangan masyarakat pada umumnya.

“Dengan cara terus berikan himbauan dan sosialisasikan akan bahaya memakai Narkoba, kita harapkan kedepannya masyarakat bisa terhindar dari ancaman Narkoba yang sudah sangat jelas bisa menghancurkan masa depan, khususnya untuk para generasi muda agar sebisa mungkin menghindari hal tersebut. Selain itu, jika nantinya ada anggota Polisi yang terlibat, maka akan diberikan sanksi tegas dan bahkan pemecatan dari dinas Kepolisian,” jelasnya.
Penulis: ebye