Miliki 12 Ribu Pil Ekstasi, Fahrul Syam di Jatuhi Hukuman Seumur Hidup

KABAROKUTIMUR.COM, BATURAJA – Fahrul Syam alias Kewong (30) warga jalan Kampung Irian, RT 004 Rw 006 Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Kota Jakarta Pusat, kini harus rela menghabiskan sisa waktunya didalam jeruji penjara. Pasalnya, Fahrul yang merupakan terdakwa kasus kepemilikan 12 ribu butir pil ekstasi senilai Rp 3,6 milliar, telah menerima putusan majelis hakim dengan hukuman seumur hidup.

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja dan dipimpin oleh Majelis Hakim Ade Syofian pada Selasa (06/12/2016) lalu, telah resmi membacakan putusan hukuman untuk terdakwa selama seumur hidup. Putusan hukuman tersebut lebih tinggi dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Alvinda Yudhi Utama, SH, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun.

Putusan yang telah diberikan terhadap terdakwa sendiri yang didampingi kuasa hukumnya Edison Dahlan, menurut Ade sudahlah sangat tepat. Hal itu sesuai dengan barang bukti dan fakta-fakta selama persidangan tersebut berlangsung.

“Pastinya putusan yang diberikan terhadap terdakwa sudah tepat, karena kita ketahui sebelumnya terdakwa sudah terbukti membawa 12 ribu butir pil ekstasi. Bukan hanya itu, fakta yang ada selama persidangan ditemukan di dalam HP terdakwa selama di Jakarta kerap melakukan transaksi Narkotika dan terdakwa sendiri masuk dalam sindikat peredaran Narkotika,” terang Ade saat dikonfirmasi via selular, Rabu (07/12/2016).

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri OKU Timur Suhartoyo didampingi Kasi Pidum Wawan Setiawan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Alvinda Yudhi Utama mengungkapkan bahwa dalam mengambil putusan hukuman terhadap terdakwa, majelis hakim tentunya sudah berfikir dan sebelumnya juga sudah mempertimbangkan kasus terdakwa.

“Pada dasarnya kita sudah pikirkan, akan tetapi kita lihat juga tindakan terdakwa nantinya, jika naik banding ya tentu kita ikuti. Menurutnya, perbuatan terdakwa sudah sangat bertentangan dengan program pemerintah yang ingin memberantas ranting peredaran Narkotika, selain itu perbuatan terdakwa juga bisa menghancurkan generasi muda penerus bangsa. Dalam persidangan ada hal yang meringankan, yakni terdakwa mengakui perbuatannya dan masih ada pihak lain yang belum tertangkap,” jelasnya.

Terpisah, terdakwa Fahrul Syam melalui kuasa hukumnya Edison Dahlan, mengatakan, terkait putusan Majelis Hakim pihaknya masih pikr – pikir atas putusan tersebut.

“Terkait putusan ini, kita pikir-pikir terlebih dahulu. Kita juga belum ada pernyataan banding atau menerima, kalau boleh jujur sebenernya berat karena terdakwa ini berstatus kurir bukan Bandar. Tapi pastinya kita akan terus berkoordinasi dengan keluarga klien apakah menerima atau banding akan putusan ini,” terangnya.

Penulis: Febriyan Rudiarto