Anak Berusia Tiga Tahun Jadi Korban Salah Tembak Saat Penggerebekan Narkoba

Foto: Sriwijaya Post

KABAROKUTIMUR.COM, PALEMBANG – Seorang bocah berusia tiga tahun yang diketahui bernama M Farel warga Jalan Pangeran Sido Ing Lautan Lorong Manggis No 6 Keluarga 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang, Sabtu (10/12/2016) sekitar pukul 18.30, menjadi korban salah tembak anggota polisi yang sedang melakukan penggerebekan narkoba.

Farel terkena tembakan tepat di kaki kiri bagian luarnya dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Informasi dilapangan, kejadian salah tembak bermula saat personil Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang akan melakukan penangkapan terhadap seorang tersangka narkoba berinisial Ce yang merupakan tetangga korban.

Ketika petugas melakukan penangkapan, seorang anak tersangka Ce yang mengetahui hal tersebut sontak berteriak maling sehingga dengan cepat warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan ramai mengepung sekitar rumah tersangka Ce.

Akibat kejadian tersebut, para personil Satres Narkoba Polresta Palembang mulai terkepung hingga kemudian melepaskan tembakkan untuk membubarkan massa. Namun, pada saat bersamaan, Ce pun langsung kabur melarikan diri.

Pantauan Sripoku.com, terkait adanya kejadian ini, di sekitar lokasi kejadian sempat ramai. Bahkan, seluruh personel gabungan disiagakan untuk mengamankan sekitar lokasi kejadian.

Selain itu, Kapolresta Palembang, AKBP Wahyu Bintono Hari Bawono dan Kapolsekta Gandus Palembang, AKP Dedi Rahmad pun juga ikut langsung turun dengan datang ke lokasi kejadian.

Ditemui usai melihat korban di IGD RSMH Palembang, Kapolsekta Palembang, AKBP Wahyu menjelaskan, kronologis tersebut bermula saat petugas Satres Narkoba Polresta Palembang melakukan penggerbekan tersangka narkoba. Saat petugas melakukan penggerbekan, salah satu keluarga tersangka meneriaki petugas dengan berteriak maling hingga massa langsung berkumpul keluar dari dalam rumah melakukan pengepungan petugas hingga dimanfaatkan tersangka untuk melarikan diri.

“Mendapati hal itu, petugas pun meletuskan tembakkan peringatan untuk membubarkan massa. Namun, saat itu juga ada indikasi massa yang menggunakan senpira dan juga melepaskan tembakkan. Akibatnya, ternyata ada anak yang terkena peluru yang mengenai kaki bagian sebelah kiri,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, untuk memastikan peluru yang bersarang di kaki anak tersebut, pihaknya masih menunggu proyektil peluru yang belum diangkat. Apakah berasal dari petugas atau massa karena Polisi saat itu dikepung oleh massa.

“Kami masih akan memastikan proyektil peluru yang bersarang di kaki korban apakah milik petugas apakah milik warga, karena masih menunggu dari pihak dokter yang akan mengangkat proyektil yang bersarang di kaki korban, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi,” jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post