Durian Tak Berbuah, Duku Hanya Cukup Untuk Makan

Tokoh masyarakat Pulaunegara H Leo Budi Rachmadi saat menunjukkan poohon Duku Komering yang mulai berbuah namun tidak sebanyak tahun sebelumnya.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Jika beberapa tahun lalu duku dan Durian Komering memenuhi pasar lokal bahkan nasional karena buahnya yang cukup banyak dan melimbah bahkan hingga membusuk dan tidak laku. Berbeda dengan tahun ini, durian andalan Komering tersebut tidak berbuah, selain itu, duku juga hanya berbuah sedikit dan hanya bisa memenuhi konsumsi pemilik kebun dan tidak untuk dijual.

Ketua Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) H Leo Budi Rachmadi SE ketika dikonfirmasi Senin (12/12/2016) membenarkan tidak berbuahnya Durian Komering. Sedangkan duku kata dia, tahun 2016 hanya berbuah sedikit dan tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar seperti tahun sebelumnya.

Menurut Leo, penyebab tidak berbuahnya durian dan sedikitnya buah duku tahun 2016 disebabkan karena tidak adanya musim kemarau yang menyebabkan kembang dan putik durian serta duku tidak sempat muncul dan langsung membusuk karena hujan dan cuaca yang cukup ekstrem.

“Durian dan Duku Komering tahun lalu membanjiri pasar-pasar lokal bahkan nasional. Bahkan sampai tidak laku dan membusuk. Duku yang membusuk tidak bisa dijual sedangkan durian bisa dijadikan tempoyak. Namun berbeda dengan tahun ini. Tidak ada durian dan duku komering yang bisa dijual dipasaran seperti tahun lalu,” katanya.

Dikatakan Leo, durian dan Duku Komering yang saat ini dijual di sejumlah wilayah bukan berasal dari OKU Timur seperti yang banyak diiungkapkan pedagang. Karena durian dan duku komering hingga saat ini belum menghasilkan buah.

“Kalau durian sudah dipastikan tidak berbuah tahun ini. Hanya duku saja yang berbuah. Namun hanya sedikit dan kemungkinan tidak akan dijual dan hanya untuk konsumsi pemilik kebun saja,” katanya.

Sementara Hamzah, salah satu penjual durian di Pasar Martapura mengatakan, durian yang dijualnya dibeli dari daerah Muaraenim dan Empatlawang serta Lahat. Tahun ini kata dia, tidak ada durian dan Duku Komering.

“Banyak yang bertanya durian dan Duku Komering. Namun memang tahun ini tidak ada musim. Durian dari luar daerah saat ini harganya cukup tinggi berkisar antara Rp. 30-50 Ribu per buah. Berbeda dengan ketika durian dan duku komering berbuah, harganya biasanya cukup rendah. Bahkan terkadang tidak laku dijual,” katanya.

Sumber: Sriwijaya Post