HM Kholid MD: OKUT Siap Penuhi Kebutuhan Beras Organik Asian Games 2018

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat menjelaskan keunggulan beras Organik kepada Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH beberapa waktu lalu

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur menargetkan penghasilan beras organik tahun 2017 sebesar 1000 ton beras dengan luas lahan pertanian organik yang akan dikembangkan seluas 125 Hektare (Ha). Jumah tersebut menurut Bupati OKU Timur HM Kholid MD mampu memenuhi kebutuhan Atlet-Official pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang.

Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin SH saat berkunjung ke OKU Timur beberapa waktu lalu merekomendasikan beras organik OKU Timur untuk menjadi makanan sehat Atlet-Official selama pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang.

Menurut Kholid, untuk saat ini jumlah lahan padi organik yang sudah disertifrikasi seluas 51 Ha, namun pemerintah terus melakukan perluasan lahan dengan target tahun 2017 mencapai 125 Ha pertanian organik.

“Saat ini lahan pertanian organik yang sedang dalam proses sertifikasi terhadap di tujuh kecamatan dengan luas lahan sekitar 150 Ha. Sedangkan untuk pengajuan sertifikasi beras organik, kita mengajukan enam gapoktan dengan luas lahan 75 Ha. Target kita cukup tiga saja yang lolos sudah cukup, namun akan lebih baik jika enam gapoktan tersebut lolos semua dalam penilaian sertifikasi tersebut,” kata Kholid.

Kholid optimis kebutuhan Atlet-Official selama pelaksanaan Asian Games akan terpenuhi dengan luas lahan yang saat ini sudah mendapat sertifikasi dan yang sedang dalam proses tahap penilaian. Dengan jumlah lahan yang ada saat ini kata dia, OKU Timur mampu menghasilkan beras organik sebanyak 3 ton per Ha.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Ir Ruzuan Effendi ketika dikonfirmasi mengatakan, beras organik merupakan beras yang seluruh prosesnya tidak menggunakan pupuk kimia melainkan pupuk organik dari kotoran hewan yang di olah menjadi pupuk.

Sama halnya dengan Kholid, Ruzuan juga mengaku optimis OKU Timur mampu untuk memenuhi kebutuhan seluruh Atlet-Official Asian Games 2018 mengingat setiap tahun luas lahan padi organik tersebut akan terus bertambah. Pemerintah kata Ruzuan akan menghimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan pertanian organik mengingat harga beras organik tidak pernah mengalami penurunan meskipun memasuki panen raya.

Harga beras oranik kata Ruzuan berbeda dengan harga beras konvensional, jika harga beras konvensional terus berubah pada kisaran Rp. 7.000-Rp.8.000 maka harga beras organik bertahan pada kisaran Rp. 12.500–Rp. 15 Ribu per kilogram.

“Harga beras organik tidak pernah turun. Selain itu keuntungan mengembangkan padi organik adalah tanah jadi lebih subur karena tidak menggunakan pupuk kimia sedikitpun. Berasnya juga akan menjadi beras sehat karena tidak mengandung pupuk kimia,” jelasnya.

Dalam pertanian organik kata Ruzuan, banyak kepatuhan yang harus diikuti mulai dari sekeliling lahan tidak diperbolehkan menggunakan pupuk kimia, pada pembatas lahan harus diberi tanaman selang yang berfungsi untuk menyerap udara kotoran baik debu maupun asap dari kendaraan bermotor.

“Barrier atau pembatas berfungsi untuk memastikan hasilnya maksimal dan tidak terkontaminasi oleh sesuatu yang berbau kimia. Tanaman pembatas merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi petani yang akan mengembangkan pertanian organik,” katanya.

Menurutnya, salah satu keunggulan pertanian organik disamping beras sehat, juga dalam penanamannya tidak akan diserang hama penyakit karena musuh alami hama sudah ada pada pupuk organik tersebut.

“Jika menggunakan pupuk kimia, maka hama penyakit akan mati dan akan muncul hama penyakit lainnya. Namun dengan pupuk organik, hama penyakit akan tidak mati namun bisa menangkap hama penyakit lainnya yang akan datang. Bagi petani yang membudidayakan pertanian organik kata dia, penggunaan pestisida kimia merupakan alternatif terakhir.

“Untuk saat ini lanjut Ruzuan, varietas padi yang dikembangkan untuk pertanian organik berpariasi mulai dari varietas Ciherang, Ciliwung, Mentik Wangi, Mentik Susu dan Varietas unggulan lainnya,” katanya.

Keunggulan Pertanian Organik

ADAPUN keunggulan pertanian organik seperti diungkapkan general manager Tim lembaga Survey organik (LSO) sumatera Barat Burhan beberapa waktu lalu, selain hasil pertanian organik yang lebih sehat dibandingkan dengan pertanian konvensional yang menggunakan pupuk kimia sintetis dan pestisida sintetis. Pupuk kimia dan pestisida terbukti mendatangkan hama yang justru akan merusak perkembangan tanaman petani.

Salah satu bukti pada zaman Soeharto ada larangan penggunaan puluhan macam pestisida karena merusak tanaman padi petani larangan tersebut bukan tanpa alasan, karena dampak yang ditimbulkan oleh pestisida dan pupuk kimia sangat banyak mulai dari merusak unsur hara tanah hingga mendatangkan hama yang justru akan sulit untuk diberantas. Selain itu, penggunaan pestisida dan pupuk kimia juga akan merusak metabolisme tubuh.

“Salah satu cara untuk mengembalikan semuanya adalah dengan menerapkan pertanian organik,” kata Burhan.