Kondisi Ruas Jalinteng OKUT Rusak Parah

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dalam beberapa bulan terakhir ruas Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera yang berada di wilayah Kabupaten OKU Timur mengalami kerusakan yang cukup parah. Tak pelak, kondisi kerusakan ruas jalan dengan lubang yang cukup besar tersebut dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan saat melintas.

Berdasarkan pantauan kabarokutimur.com dilapangan, Rabu (14/12/2016), ruas jalan negara mulai dari Perbatasan Waykanan Provinsi Lampung hingga perbatasan OKU sudah mulai banyak berlubang dan bergelombang, sehingga membahayakan para pengendara terutama saat malam hari.

Kerusakan jalan tersebut sejauh ini masih belum mendapat sentuhan perbaikan dari pihak terkait. Meskipun begitu, perbaikan yang bersifat sementara sudah dilakukan berkat adanya kesadaran masyarakat yang menambal kerusakan tersebut menggunakan tanah liat dan pecahan batu seadanya.

“Belum lama disini terjadi lakalantas, ada seorang pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan roda motornya masuk kedalam lubang. Pengendara itu alami luka disekujur tubuhnya dan motornya pun rusak parah,” terang Kuswara (38), seorang petani singkong yang kerap melintasi jalan tersebut.

Lanjut Kuswara, tak sedikit juga para pengendara roda empat maupun roda dua harus merelakan roda kendaraannya masuk kedalam lubang, sehingga berdampak pada rusaknya roda kendaraan.

“Rusaknya jalan yang setengah-setangah sangat membahayakan pengendara karena lubang jalan terkesan menjebak pengendara yang tidak mengetahui keberadaannya. Sebenarnya, akan lebih baik jika kerusakan jalan lebih parah dari ini jadi pengendara bisa melihat jelas keberadaan lubang dan bisa lebih berhati-hati,” lanjutnya.

Sementara hal senada juga dikatakan Dodi (35), warga Martapura yang mengaku kerap melintas jalur tersebut, kerusakan jalan yang sudah  terjadi sejak bulan ramadhan lalu hingga akhir tahun 2016 belum ada upaya perbaikan. Sejak tahun 2015 lalu, kata dia, perbaikan untuk jalan negara tersebut hanya dilakukan dengan tambal sulam saja dan tidak pernah dilakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Selama ini perbaikannya hanya bersifat tambal sulam saja. Belum ada perbaikan menyeluruh. Kerusakan saat ini bukan hanya terjadi pada jalan negara saja,” katanya.

Penulis: ebye