HM Kholid MD: Jangan Jual Gabah dan Beras Saat Panen

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meresmikan dan melaunching pembangunan jaringan utama irigasi Bahuga Paket I dan II daerah Irigasi Komering.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sejumah petani padi di Kabupaten OKU Timur tidak bisa menikmati hasil pertanian sawahnya kendati jumlahnya cukup besar. Bahkan petani terpaksa harus menjual gabah dengan harga yang rendah karena panen yang bersamaan.

Penjualan dalam jumlah besar saat panen tersebut disebabkan karena tidak adanya gudang penyimpanan agar petani bisa menyimpan terlebih dahulu hasil pertaniannya hingga harga mengalami kenaikan.

“Petani kita saat panen langsung menghubungi pembeli dan pembeli akan datang ke sawah dan mengangkut gabah yang baru dipanen. Tentu saja dengan harga yang murah karena bersamaan dengan panen raya. Harga gabah saat panen sekitar Rp. 2500 hingga Rp. 3.000,” ungkap Bupati OKU Timur HM Kholid MD Selasa (20/12/2016).

Tentu saja kata Kholid, hal itu menyebabkan petani sawah tidak bisa menikmati hasil pertaniannya dengan maksimal karena setelah panen mereka akan langsung menjual karena tidak adanya tempat penyimpanan. Jika gabah tetap disimpan, dalam karung maka akan berjamur jadi pilihan satu-satunya adalah dengan menjualnya dengan cepat.

“Salah satu cara agar petani menikmati hasil pertaniannya dengan harga yang tinggi adalah dengan membangun gudang penyimpanan gabah atau beras. Saat panen raya petani jangan langsung menjual, namun disimpan terlebih dahulu 2-3 bulan kedepan. Sebelum dijual pastikan harga sudah naik yang tentu saja akan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Dengan adanya gudang penyimpanan tersebut kata Kholid, petani bisa mengatur kapan akan menjual beras atau gabah yang mereka miliki yang tentu saja petani bisa mengatur harga penjualan bukan sebaliknya seperti saat ini harga diatur oleh pembeli.

“Seperti contohnya harga beras yang langsung dijual setelah panen sekitar Rp. 7.000 per kilogram. Sedangkan jika disimpan harganya akan lebih baik hingga mencapai Rp. 9.000 per kilogram,” katanya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani tersebut kata Kholid, pemerintah OKU Timur akan mencanangkan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bahkan nantinya akan diterbitkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda). Pemerintah akan menyediakan uang dan desa yang akan membangun gudang.

“Untuk metode pengelolaannya, diatur oleh desa masing-masing. Pemerintah sudah mencanangkan untuk pembangunan BUMdes tersebut menggunakan dana Desa yang bisa diambil sekitar 20-30 persen yang bisa digunakan untuk membangun gudang beras maupun usaha kemasyarakatan lainnya,” katanya.

Dengan adanya lembaga pengelolaan ekonomi berupa BUMDes tersebut kata dia, diharapkan dapat mampu meningkatkan dan memperbaiki tata kelola ekonomi masyarakat desa.