Majukan Peternak, OKUT Miliki Sekolah Peternakan Rakyat

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (emakai topi petani) didampingi Wakil Kepala LPPM IPB Prof Akik Suprayogi (memakai batik) saat memantau ternak yang masuk dalam SPR Tumangkar Belitang yang dihadiri oleh perwakilan IPB Bandung.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kabupaten OKU Timur sekitar tahun 1980 pernah menjadi salah satu daerah penghasil hewan ternak selain hasil pertanian. Namun hal itu hanya berlangsung hingga tahun 90-an yang disebabkan oleh faktor keamanan dan faktor lainnya.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD saat meresmikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) Tumangkar serta Pelaksanaan Gerakan Massal Minum Susu dan Makan Telok (Gema Musi Elok) dan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) Senin (19/12) berharap suksesi peternakan tersebut bisa terulang kembali dengan dibentukan SPR di OKU Timur.

Menurut Kholid, dengan diresmikannya SPR Tumangkar yang mendapatkan pembinaan langsung dari Institut Pertanian Bogor (IB) diharapkan peternakan OKU Timur kembali bergairah dan menjadi salah satu daerah penghasil sapi terbanyak di Sumsel dan menjadi salah satu daerah swasembada daging.

“Dengan diresmikannya SPR ini, tentunya sangat bersinergi dengan program swasembada beras organik yang semua pengolahannya tidak menggunakan pupuk kimia melainkan menggunakan kotoran hewan yang di permentasi baik menjadi pupuk cair maupun pupuk padat,” terangnya.

Kholid berharap adanya SPR tersebut bisa dimanfaatkan petani dengan baik sehingga peternakan di OKU Timur bisa berkembang dengan baik dan menjadi salah satu peternakan yang menjadi percontohan di Provinsi Sumsel.

Sedangkan Wakil Kepala LPPM IPB Prof DR drh Akik Suprayogi diwawancarai usai acara mengatakan, dalam mensukseskan swasembada daging tidak bisa semata-mata diserahkan kepada masyarakat tanpa adanya campur tangan pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Keterlibatan kedua intsnsi tersebut kata dia sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan peternakan suatu daerah.

“Itulah yang menjadi salah satu indikator IPB mencanangkan program SPR ini. Program yang dibina langsung oleh IPB ini sudah berlangsung sejak tahun 2013. Saat ini sudah memiliki 23 SPR termasuk Belitang OKU Timur di seluruh Indonesia,” katanya.

Dengan adanya program tersebut kata Akik, Indonesia sebagai negara swasembada daging cepat atau lambat akan tercapai karena dalam program tersebut baik pengembangan maupun penggemukannya dipantau langsung oleh ahli dari IPB sehingga keberhasilannya sangat tinggi.

“Jika didorong bersama dan dengan semangat dan kerjasama yang baik, maka saya yakin SPR ini akan berhasil hanya dalam kurun waktu tiga tahun saja. Dalam kurun waktu tersebut populasi sapi dijamin akan meningkat,” katanya.