Laporkan Jika Ada Petugas yang Memasang RTS Meminta Uang

Reza Eka Putra

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membantu masyarakat yang tidak mampu di seluruh pelosok daerah Indonesia di bidang kelistrikan yakni dengan program pemasangan Kwh meter berikut instalasi tidak dipungut bayaran atau gratis mendapat apresiasi dan tanggapan Positif dari masyarakat OKU Timur.

Program bantuan dari pusat untuk Kabupaten OKU Timur yang dinamakan Kwh untuk Rumah Tangga Tepat Sasaran (RTS) tersebut,merupakan bentuk kepedulian kementerian BUMN guna membantu masyarakat tidak mampu dalam menikmati pelayanan penerangan lampu listrik.

Kepala  PLN Rayon Martapura, Reza Eka Putra, saat dikonfirmasi terkait program dari pusat itu, Rabu (21/12/2016) membenarkan pihaknya selaku pendampingan dan melakukan ferivikasi. “Lebih kurang kita untuk RTS sudah memferivikasi sekitar 100 calon pelanggan. Hasil dari ferifikasi diterima apa tidaknya itu urusan PT Semen ,”ujarnya.

Karena disini PT Semen diberi kuasa sama pemerintah pusat, lanjut Reza, sedangkan pelaksanaan di lapangan ada pihak rekanan yang melakukan pemasangan instalasi berikut KwH-nya. Tapi untuk pengawasan dan teknis tetap melibatkan PLN. Jadi dalam pemasangan instalasi maupun KwH meter harus tetap memperhatikan mutu dan standar pemasangan.

Ketika ditanya kemungkiman saat pelaksanaan teknis di lapangan ada oknum yang mengatasnamakan PLN meminta uang imbalan untuk pemasangan instalasi maupun KwH yang sudah terpasang Reza meminta kepada masyarakat untuk melaporkannya kepada pihak PLN.

“Itu program bantuan dari pusat, sudah tahu gratis kok masih dipungut bayaran, itukan tidak benar. Kita siap menindak tegas  jika ada oknum yang sengaja meminta imbalan atau bermain-main dilapangan,“ katanya.