Kapolres OKUT Ajak Bangun Jembatan Darurat di Gunungbatu

foto: istimewa/ teks Foto: Kondisi jembatan Gunungbatu yang roboh dan dibangun jembatan darurat oleh rarga namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru menginisiator seluruh jajarannya termasuk anggota bhayangkari hingga anak-anak yang menempuh pendidikan di TK Polsek Martapura untuk membantu masyarakat Gunungbatu agar bisa melintasi jembatan yang saat ini roboh dengan menggunakan kendaraan rodsa empat dengan membangun jembatan darurat.

Audie menilai, jembatan Gunungbatu merupakan urat nadi perekopnomian masyarakat Cempaka dan Jalur Komering serta Belitang yang harus segera dilakukan perbaikan sehingga masyarakat kembali bisa menikmati akses jalan seperti semula.

Menurut Audie, jika jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat tersebut dibiarkan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat terlalu lama, tentu saja akan berdampak pada hal-hal negatif yang bisa saja dilakukan oleh masyarakat sekitar akibat dampak dari jembatan yang belum bisa dilalui.

Agar jembatan tersebut bisa dilalui meskipun dengan kondisi darurat, Audie kemudian berinisiatrif untuk meminta sumbangan ala kadarnya kepada seluruh jajarannya terutama keluarga besar Polri di OKU Timur untuk dapat menyumbang seikhlasnya yang akan digunakan untuk membangun Jembatan Gunungbatu secara darurat agar bisa dilalui oleh kendartaan roda empat.

“Memang saat ini jembatan baru sedang dalam proses pembangunan dan diperkiraan akan selesai dalam beberapa bulan lagi. Setelah saya analisa dan berdiskusi dengan masyarakat, ternyata mereka tidak bisa menunggu hingga jembatan baru bisa dilalui. Harus segera ada solusi agar jembatan itu bisa dilalui,” kata Audie.

Audie mengaku sudah berdiskusi dengan pihak kecamatan yang menyatakan untuk membangun jembatan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda empat kembali  dibutuhkan anggaran dana sekitar Rp. 20 Juta. Camat kata dia, pernah meminta izin agar masyarakat sekitar diizinkan meminta sumbangan kepada pengendara. Namun Audie melarang karena hal itu akan memanjakan masyarakat dan dapat menimbulkan efek negatif bagi pengendara yang melintas.

“Dari situlah kemudian saya berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh anggota dan meminta sumbangan berapapun mereka mau memberi. Dan saat ini sudah terkumpul sebanyak Rp. 10 Juta. Nanti akan dibelikan semua kebutuhan untuk pembangunan jembatan darurat dan akan dikerjakan bersama,” katanya.

foto: istimewa/
teks Foto: Kondisi jembatan Gunungbatu yang roboh dan dibangun jembatan darurat oleh rarga namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Menurutnya, pembangunan jembatan darurat tersebut akan dilaksanakan pada hari Jumat (23/12/2016) mendatang dengan mengerahkan anggota Polres dibantu masyarakat agar pembangunanya bisa segera selesai karena masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama kerusakan tersebut.

“Kita akan bergotongroyong bersama masyarakat. Sampai dimana selesainya. Nanti tukang yang akan melanjutkan. Yang jelas hari Jumat nanti kita undang semua element untuk bergotongroyong bersama agar akses masyarakat tersebut segera bisa dilalui,” kata Audie.

Audie juga mengaku sudah menghimbau masyarakat untuk ikut serta dalam membantu pembangunan jembatan tersebut baik berupa material, seperti pasir, semen, atau tenaga sehingga pembangunannya segera selesai.

“Kita tidak mungkin menutup mata dengan saudara-sudara kita yang mendapat musibah didepan mata kita. Saya pribadi berfikir perlu untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah di daerah lain, namun jangan abaikan saudara kita yang terkena musibah didepan mata kita,” kata Audie.