OKU Timur Akan Tambah Jumlah Sekolah Peternakan Rakyat (SPR)

Sejumlah Peternak saat melakukan inseminasi Buatan terhadap hewan ternak sapi yang sudah tergabung dalam Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yang dibina oleh IPB.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten OKU Timur akan kembali menciptakan Sekolah Perternakan Rakyat (SPR) di wilayah OKU Timur yang dibina langsung oleh pakar peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Hal itu dilakukan selain untuk menunjang hasil peternakan yang meningkat juga untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pupuk organik yang diolah dari kotoran hewan.

Sebelumnya, pemerintah OKU Timur telah meresmikan SPR Lamkar di wilayah Belitang  beberapa waktu lalu yang dihadiri langsung oleh Wakil Kepala LPPM IPB Prof DR drh Akik Suprayogi.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD dikonfirmasi Jumat (22/12/2016) mengatakan, pemerintah akan terus berupaya mensejahterakan masyarakat dengan berbagai langkah baik dengan pertanian sawah, perkebunan hingga peternakan.

“Dengan adanya SPR, menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan hasil peternakan untuk menjadikan OKU Timur sebagai salah satu daerah penghasil daging terbesar di Sumatera Selatan. Kesediaan IPB dalam memberikan pembinaan terhadap peternak jangan disia-siakan,” kata Kholid.

Dengan bertambahnya kelompok tani yang mengikuti SPR kata dia, maka peluang untuk meningkatkan lahan pertanian padi organik juga akan semakin besar karena sinergi antara pertanian organik dengan peternakan sangat tinggi. Dalam bertani padi organik, dibutuhkan kotoran hewan yang cukup banyak untuk pembuatan pupuk cair dan pupuk padat. Dengan adanya SPR dengan hewan ternak yang banyak, maka bahan baku pupuk organik tidak akan kesulitan lagi untuk memenuhinya.

“Demikian juga dengan para peternak. Mereka tidak sulit untuk mencari pakan karena dipersawahan anak-anak padi yang sudah dipanen bisa dimanfaatkan selain ada lahan khusus yang disiapkan petani untuk pakan ternak mereka,” jelas Kholid.

Sedangkan salah satu petani ketika diwawancarai mengajak masyarakat untuk mulai menjadi peternak sapi. Bahkan dia mengajak beternak sapi sebagai pekerjaan utama dan bertani sawah menjadi sambilan. Dia beralasan, tingginya harga lahan persawahan saat ini sangat tidak mungkin untuk dibeli, jadi untuk mensiasatinya lebih baik beternak yang dijadikan sebagai pekerjaan utama.

“Jika kita ingin bertani namun tidak sanggup untuk membeli lahan pertanian sawah, maka menjadi peternak adalah salah satu solusinya. Keuntungannya akan sama dan tidak kalah dengan mereka yang bertani padi,” tegasnya.