30 Persen Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang memiliki keahlian tertentu namun kekurangan permodalan, pemerintah OKU Timur akan memberikan peluang permodalan yang akan diambil dari dana desa tahun 2017 mendatang.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan, tahun 2016 penggunaan dana desa seluruhnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur mendesak dan yang sangat dibutuhkan oleh desa. Sedangkan untuk tahun 2017 pemerintah daerah akan menganggarkan 20-30 persen dana desa yang akan digunakan untuk membanguna Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nantinya akan membantu permodalam petani baik untuk bertani maupun untuk pengembangan keahlian lainnya.

“Nanti bisa digunakan untuk membantu modal petani, peternak, usaha kecil menengah atau keahlian lainnya dari masing-masing desa yang akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat. Namun dalam konsep pinjamannya harus benar-benar diatur sedemikian rupa sehingga dana yang digulirkan tersebut akan kembali dan tidak hilang begitu saja,” tegasnya.

Menurut Kholid, dalam menggulirkan dana desa tersebut kemungkinan tidak dalam berbentuk uang, karena hal itu sangat rentan bahkan nantinya tidak akan digunakan untuk meningkatkan UKM dan pertanian maupun peternakan. Jadi kata dia, jika masyarakat membutuhkan bibit, BUMDes akan memberikan bantuan bibit atau jika usaha peternakan akan dibantu ternak, demikian juga dengan yang lainnya.

“Jadi bantuannya jangan berbentuk uang. Karena jika uang yang diberikan bisa saja nanti setelah digulurkan bukan dibelanjakan untuk membeli bibit atau modal usaha melainkan digunakan untuk membeli sepeda motor,” ujarnya.

Kholid menegaskan bahwa dalam pinjaman dana desa tersebut tidak memiliki bunga ataupun kelebihan saat akan membayar. Akan tetapi agar dana yang dikeluarkan bisa kembali seperti sediakala dan tidak hilang begitu saja karena masyarakat tidak mau membayar, maka dalam praktek penggulirannya, bisa disiasati dengan agunan surat tanah, rumah atau jaminan lainnya.

“Itu hanya sebagai jaminan saja sehingga nanti masyarakat tetap melakukan pembayaran. Jika tidak demikian, maka hampir bisa dipastikan dana tersebut tidak akan kembali lagi karena banyak yang enggan membayar apalagi jika usahanya gagal,” katanya.

Ketua DPRD OKU Timur, Beni Defitson mengatakan sesuai aturan dana desa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi desa, untuk kesejahteraan perangkat desa dan peruntukan lainnya.