Bupati OKU Timur Ajak Ulama Berantas Musuh Rakyat

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD Ssos MSi saat mengisi acara pengajian akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, peresmian masjid Al-amin Desa Jatimulyo dan pertemuan Triwulan Muslimat NU se-Kecamatan belitang Madang raya Minggu (1/1/2017). mengajak seluruh alim ulama untuk melakukan pemberantasan musuh masyarakat yakni, Narkoba, komunisme, radikalisme, terorisme dan perjudian.

“Cukup banyak kehancuran yang ditimbulkan oleh narkoba. Dengan menyasar generasi muda, berbagai cara dilakukan untuk melancarkan bisnis haram tersebut. Untuk itu peran kita semua terutama keluarga dan ulama sangat penting dalam memberantasnya,” katanya.

Sama halnya dengan komunisme, saat ini bangsa kita sedang diterpa oleh isu konunisme yang mengancam bangsa ini. OKU Timur kata dia, dibangun dengan perbedaan yang sangat besar. Untuk itu marilah jadikan perbedaan tersebut sebagai sesuatu yang berharga dan sesuatu yang membanggakan dalam membangun daerah ini. OKU Timur kata dia, merupakan salah satu deerah yang zero konflik dengan keberagamaan suku, agama dan golongan yang ada.

“Marilah kita jaga perbedaan itu untuk kemajuan daerah ini,” himbaunya.

Demikian juga dengan radikalisme dan dan terorisme. Mereka yang memahami suatu pemahaman tanpa menggunakan akal sehat membuat keputusan-keputusan yang merugikan banyak pihak. Bukan hanya pribadi sendiri, namun juga agama dan negara. Menurutnya mereka yang melakukan berbagai tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama sebenarnya bukanlah dari organisasi keagamaan seperti NU maupun Muhammadiyah, namun mereka berasal dari golongan Islam kiri dan kanan yang memahami agama hanya dari satu sisi tanpa mengedepankan akal, keberagaman dan kebhinekaan.

“Perjudian. Saat ini judi semakin marak dilakukan oleh berbagai kalangan. Bukan hanya generasi muda dan orang kaya saja. Perjudian dilakukan berbagai kalangan. Mengadu nasib dengan sesuatu yang tidak pasti adalah salah satu dari bentuk perjudian itu sendiri. ¬†Judi membuat kita selalu berangan-angan. dan hal itu jelas-jelas dilarang dalam islam,” terangnya.

Dalam kesempatan itu juga Kholid mengajak seluruh element masyarakat untuk saling mengingatkan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Sudah semestinya kata dia, manusia saling mendengarkan dan memberikan nasihat kepada manusia lainnya untuk saling mengingatkan dalam berbagai hal.

“Ada ungkapan dari almarhum Gusdur yang menyatakan bahwa kita dalam menjalankan kehidupan jangan hanya selalu memberikan wejangan kepada orang lain. Namun kita juga harus bisa berlapang dada dan menerima ketika ada saudara teman atau siapapun memberikan wejangan kepada kita,” ungkap Kholid dihadapan tokoh agama, dan masyarakat.

Kholid juga menyampaikan bahwa dalam memangku suatu jabatan baik dalam pemerintahan atau jabatan apapun untuk tidak menghalalkan segala cara dalam memperolehnya. karena kata dia, jual beli jabatan dalam sebuah organisasi pemerintah merupakan sesuatu yang dilarang dan dalam agama kata dia, hal itu adalah sesuatu yang dilarang dengan hukum haram.

“Dalam agama, hukum jual beli jabatan itu haram,” tegas Kholid.

Rilis humas OKU Timur.