Warga Diharapkan Berperan Aktif Jaga Keamanan Lingkungan

 

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dengan adanya penemuan Senpira beserta lima butir amunisi oleh warga Dusun Patok Songo, Desa Tebat jaya, Kecamatan Buay Madang, kemarin (2/01/2017), Sandi Fahlepi SP,Msi selaku Camat Buay Madang menghimbau bagi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat yang bermukim di wilayah Kecamatan Buay Madang agar terus senantiasa berperan aktif dalam menciptakan kondisi keamanan lingkungan yang kondusif.

Ketika dikonfirmasi, Camat Buay Madang Sandi Fahlepi SP,Msi mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah bekerja sama dengan pihak Kepolisian Babinsa dan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya memberantas aksi kejahatan.

“Saya harap warga yang bermukim di wilayah Kecamatan Buay Madang kedepannya bisa terus mengutamakan keamanan lingkungan sekitar. Agar para pelaku kejahatan tidak lagi mendapatkan celah untuk melancarkan aksinya,” ujarnya,

Lanjut Sandi, dirinya juga tak lupa menghimbau bagi para pelaku tindak kejahatan, untuk tidak lagi melakukan kejahatan diseputar wilayah Kecamatan Buay Madang khusunya, dan umumnya di Kabupaten OKU Timur. Selain itu, dirinya juga mengaku akan terus berupaya memaksimalkan penjagaan keamanan disetiap Desa melalui Kamtibmas.

“Mari kita bersama-sama bahu-membahu menangkap para pelaku aksi kejahatan, agar nantinya keamanan disetiap Desa bisa lebih terjaga,”pungkasnya.

Sementara, hal senada juga disampaikan Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kapolsek Buay Madang AKP Hermansyah SH mengatakan, bagi seluruh masyarakat yang memiliki, menyimpan Senpira atau senjata lainnya agar sekiranya dapat diserahkan kepada pihak kepolisian.

“Kami harap kesadaran warga yang memiliki Senpira bisa secepatnya menyerahkan kepada kami, nantinya warga yang menyerahkan Senpira tersebut tisak akan kami proses hukum. Selain itu, nantinya warga yang sadar untuk menyerahkan Senpira juga akan kami berikan penghargaan, namun jika itu tidak diserahkan dan kami mendapatkan informasi, polisi akan lakukan penangkapan dan akan diproses secara hukum dan dikenakan undang-undang darurat dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” imbuhnya.

Penulis: M. Zainul