Polres OKUT-Waykanan Kerjasama Gulung Begal Tanpa Ampun

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Berdasarkan hasil catatan laporan pihak kepolisian Polres OKU Timur, angka kriminalitas yang terjadi ditahun 2016 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meningkatnya angka kriminalitas kali ini lebih didominasi oleh para pelaku yang terjerat kasus Curas, Curat serta Curanmor (3C) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Grandong atau begal. Karena itu, Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru bersama Kapolres Waykanan AKBP Yudy Candhra, sepakat menjalin kerjasama untuk menggulung tuntas para komplotan pelaku 3C yang sejauh ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Dengan adanya kerjasama dan kesepakatan tersebut, kini terbentuklah tim khusus (Timsus) gabungan yang terdiri dari jajaran personel anggota kepolisian dengan dipimpin langsung oleh Kapolres OKUT-Waykanan. Nantinya, timsus gabungan yang berada didua wilayah hukum berbeda ini akan terus lakukan koordinasi dan berusaha sekuat tenaga mengejar para pelaku kejahatan yang saat ini masih buron.

“Kita sudah sepakat jalin kerjasama sekaligus bentuk timsus gabungan. Nantinya mereka yang menggulung tuntas para pelaku kejahatan yang kerap beraksi di wilayah OKUT-Waykanan,” ujar Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru saat menggelar konferensi pers, Kamis (5/1/2017), dihalaman Polres OKUT.

Selain itu, lanjut Audie, terbentuknya timsus gabungan ini juga merupakan salah satu langkah tegas yang diambil pihaknya untuk menekan angka tindak kriminalitas dan juga untuk kembalikan lagi situasi dan kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Tentunya kedepan kita harapkan, dengan adanya timsus gabungan ini bisa lebih tingkatkan keamanan ditengah lingkungan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara, Kapolres Waykanan, AKBP Yudy Candhra ketika dibincangi mengatakan, dengan terbentuknya timsus gabungan ini pihaknya akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk ‘All Out’ dalam misi menggulung tuntas para pelaku kejahatan 3C. Selain itu, dirinya juga menegaskan tidak akan ada toleransi bagi para pelaku kejahatan yang sudah sangat meresahkan masyarakat, tentunya jika tertangkap pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Melihat angka kejahatan di dua wilayah ini terbilang sangat tinggi, jadi kita akan ‘All Out’ dalam usaha membasmi para pelaku kejahatan. Tentunya bagi para pelaku yang tertangkap tidak akan ada ampun, karena mereka sudah sangat cukup meresahkan,” katanya.

Dirinya menambahkan, sejauh ini pihak kepolisian memang sudah sepatutnya menjalin kerjasama tanpa batas wilayah dalam pelaksanaan tugas. Mengingat, sebagian besar para pelaku tersebut merupakan residivis yang saat lancarkan aksinya lebih dari satu orang atau bahkan secara berkelompok untuk bertukar informasi.

“Persentasi tahun kemarin, pelaku kasus 3C yang berhasil ditangkap di wilayah hukum Waykanan tercatat ada 15 orang yang berasal dari wilayah OKUT dan itu sudah bisa dikatakan jaringan pelaku 3C. Semoga saja adanya timsus ini bisa lebih menekan angka kriminalitas atau paling tidak bisa perlahan mempersempit pergerakan mereka,” imbuhnya.

Penulis: Febriyan Rudiarto