Melawan Saat Hendak Diringkus, Satu Tsk Curas Dilumpuhkan Timsus Polres OKUT

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Jajaran anggota kepolisian Polres OKU Timur yang tergabung dalam Tim Khusus (Timsus) anti Gerandong, Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 15.20 Wib, kembali berhasil meringkus satu tersangka (Tsk) yang diduga kuat komplotan para pelaku curas.

Penangkapan tersangka Rusman (31), warga Desa Kotanegara, Kecamatan Madang suku II, Kabupaten OKU Timur ini berdasarkan laporan pihak kepolisian menurut LP-B/27/VI/2016SUMSEL/OKUT/MDS1.TGL.13 JUNI 2016.

Tersangka Rusman sendiri merupakan salah satu dari enam tersangka komplotan pelaku curas yang sebelumnya berhasil merampas uang milik korban Ardianto (21), warga Desa Agung Jati, Kecamatan Madang suku I, senilai Rp. 61.423.000 juta dan satu unit Handphone (Hp).

Ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/1/2017), Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kasubag Humas AKP Hardan didampingi Kasat Reskrim AKP Bagus Adi Suranto mengatakan, peristiwa perampokan tersebut terjadi pada 13 Juni 2016 silam, dimana saat itu korban Ardianto hendak pulang usai menjual beras di Kota Palembang dihadang enam orang pelaku saat dirinya melintasi ruas jalan rasuan.

Kemudian para pelaku berusaha meminta paksa uang korban dengan cara menodongkan senjata api dan memukulkan gagang senjata api tersebut kearah korban. Sehingga, selain harus kehilangan uang puluhan juta korban juga harus mengalami luka robek pada bagian kepalanya.

“Setelah keenam pelaku itu berhasil merampas uang puluhan juta dan satu unit Hp milik korbannya, mereka sempat mengeluarkan tembakan dan melarikan diri ke arah Kotanegara,” katanya.

Lanjut Hardan, tersangka Rusman yang dikenal sadis dalam menjalankan aksinya dan tak segan melukai korbannya, saat ingin diringkus terpaksa dilumpuhkan karena mencoba berikan perlawanan terhadap anggota. Dari tangan tersangka anggota juga mengamankan barang bukti (Bb) berupa satu pucuk pisau.

“Dari penangkapan ini, anggota Timsus masih terus berupaya lakukan pengejaran terhadap lima tersangka lainnya, dan mendalami apakah komplotan ini termasuk pelaku Curas antar wilayah atau tidak,” lanjutnya.

Guna menanggung perbuatannya, tersangka saat terjerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
Penulis: Febriyan Rudiarto