Satlantas Polres OKUT Catat 215 Pengendara Lakukan Pelanggaran

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Pelaksanaan Operasi Bulan Tertib Lalu Lintas 2017 yang digelar sejak 16 hingga 28 Januari mendatang, Satlantas polres OKU Timur sejauh ini sudah mencatat sedikitnya 215 pelanggaran yang dilakukan baik dari para pengendara jalan roda dua (R2) maupun roda empat (R4).

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah didampingi Kasat Lantas AKP Maria, saat dikonfirmasi Senin (23/1/2017), mengatakan, adapun digelarnya Operasi Bulan Tertib Lalu Lintas 2017 ini bertujuan untuk menertibkan para pengguna jalan agar bisa lebih memperhatikan keselamatan saat berkendara. Hal itu juga dilakukan sekaligus bentuk upaya pihak kepolisian dalam menekan angka kriminalitas, terutama kasus Curat, Curas dan Curanmor (3C).

“Delapan hari Operasi ini berjalan, sudah ada sedikitnya 215 pelanggaran yang terdiri dari 169 Tilang dan 46 pengendara mendapat teguran. Dari 215 pelanggaran itu yang lebih mendominasi lakukan pelanggaran yakni pengendara R2 sebanyak 88 pengendara, R4 39 pengendara dan R6 sebanyak 42 pengendara,” katanya.

Dalam pelaksanaan giat tersebut pihaknya juga katakan akan melaksanakan operasi di sejumlah titik yang rawan pelanggaran yakni wilayah Martapura dan Belitang. Sebelumnya, pihaknya juga akan menargetkan sedikitnya seribu tilang untuk kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal itu tidak lain untuk menjadi tolak ukur dalam melihat sejauh mana kesadaran masyarakat dalam utamakan keselamatan berkendara.

“Saat ini kita sedang melaksanakan ops bulan tertib lalu lintas dibeberapa titik OKU Timur seperti Martapura dan Belitang. Dalam Ops tersebut terget kita seribu tilang untuk pengendara yang melakukan pelanggaran dijalan, tujuannya tidak lain untuk menjadi tolak ukur kami dalam melihat meningkat atau menurunnya kesadaran masyarakat dalam utamakan keselamatan dalam berkendara,” lanjutnya.

Tidak lupa pihaknya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas, mulai dari penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) baik pengemudi maupun yang di bonceng, menghidupkan lampu kendaraannya saat berkendara pada siang dan malam hari.

“Selain itu surat-surat kendaraan dan kelengkapan kendaraan lainnya haruslah dilengkapi kaca spion ganda kanan dan kiri, serta tidak menggunakan kenalpot racing,” himbaunya.

Sedangkan untuk pengendara roda empat kata dia, baik pengendara maupun penumpang agar menggunakan sabuk pengaman saat berkendara selain itu juga kepada pengendara baik roda dua maupun roda empat agar bisa menunjukkan Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun (STNK).

Pihaknya juga berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini kedepan khususnya masyarakat OKU Timur bisa lebih tertib taat berlalu lintas dan dari hal ini juga bisa lebih menekan angka kriminalitas sekaligus persempit ruang gerak para pelaku kejahatan.