Ditahun 2016, Kejari OKU Timur Berhasil Ungkap Tiga Kasus Korupsi 

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Sepanjang tahun 2016, sebanyak tiga kasus korupsi berhasil diungkap pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Timur. Dari ketiga kasus korupsi tersebut, satu kasus telah terselesaikan atau sudah di vonis Pengadilan, satu kasus masih dalam proses persidangan dan satu kasus lainnya masih dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Hal demikian diungkapkan langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur Suhartoyo SH.MHum didampingi Kasi Pidsus Aan Syaeful Anwar, Selasa (24/1/2017). Pihaknya menjelaskan, terkait kasus korupsi yang sebelumnya telah mencapai vonis pengadilan yakni kasus korupsi dana BOS dengan tersangka Sunardi yang tidak lain merupakan bendahara SMA Negeri I Belitang.

“Tersangka Sunardi sendiri terlibat kasus korupsi dana BOS tahun ajaran 2012-2013 yang berdampak pada kerugian negara mencapai Rp 438.466.394 yang dilakukan Karjiono selaku Kepala Sekolah SMA Negeri I Belitang yang telah lebih dulu divonis dan mengembalikan kerugian negara. Peran Sunardi sendiri dalam kasus tersebut ikut membantu tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala sekolah SMAN 1 Belitang,” jelasnya.

Lanjut Kajari, untuk kasus korupsi yang masih dalam proses persidangan yakni kasus korupsi yang dilakukan Hardi yang tidak lain merupakan salah satu Kasi di Satpol PP, sehingga berdampak pada kerugian negara mencapai Rp 699,6 juta.

“Sampai saat ini proses sidangnya masih terus berjalan dan belum ada pengembalian uang negara,” lanjutnya.

Sedangkan untuk kasus korupsi lainnya yang masih dalam masa pengembangan lebih lanjut, menurut Kajari adalah kasus korupsi di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertanian Sumsel wilayah OKU Timur dengan melibatkan tersangka A Supardan, yang merupakan Kepala Balai.

“Untuk BPSDM kasus korupsi yang dilakukan adalah Dana diklat selama kurun waktu tahun 2013-2015. Untuk total kerugian negara belum diketahui karena masih dilakukan audit oleh BPKP, jika diperkirakan nilainya diatas Rp 600 juta,” ungkapnya.

Sementara, ketika ditanya terkait target pengungkapan kasus korupsi di tahun 2017, pihaknya mengakui tidak akan ada target yang ditetapkan sedemikian. Meskipun begitu, semua jenis perkara yang memenuhi unsur korupsi nantinya akan tetap diselesaikan.

“Untuk target kita tidak ada, tapi semua perkara yang memenuhi unsur korupsi akan kita selesaikan walaupun anggaran kita terbatas,” imbuhnya.