Diduga Sedang Lakukan Pungli, Satu Pelaku Dibekuk Tim Saber Pungli Polres OKUT

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Tim Saber Pungli Polres OKU Timur, Rabu (25/1/2017) sekitar pukul 21.30 Wib berhasil meringkus satu orang pelaku yang diduga kedapatan tengah melakukan pungutan liar terhadap supir angkutan barang di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Satu orang yang diduga pelaku Pungli ini diketahui bernama Noprizal (30), warga Desa Simpang, Kecamatan Simpang OKU Selatan. Pelaku dibekuk anggota Tim Saber Pungli Polres OKU Timur dibawah pimpinan Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah, saat pelaku diduga sedang melancarkan aksi Pungli terhadap sopir angkutan barang yang kerap melintasi jalur Martapura – Muaradua.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah didampingi Kasubag Humas AKP Hardan kemarin mengungkapkan, pelaku Noprizal ditangkap saat Tim Saber Pungli sedang melakukan giat penindakan Pungli.

Saat dilakukan penangkapan, pelaku Noprizal sedang meminta uang kepada HR seorang pengemudi mobil L300 pengangkut sayur yang datang dari arah Kabupaten OKU Selatan. Tanpa disadari pelaku, anggota Tim Saber Pungli sudah berada tepat dibelakang kendraan korban.

“Saat tiba di Simpang Empat Desa Tanjung Kemala, kendaraan korban diberhentikan secara paksa oleh pelaku. Lalu pelaku meminta uang dengan paksa kepada korban. Karena takut, korban berikan uang Rp 2000,” katanya.

Melihat adanya aksi tersebut, anggota langsung melakukan penindakan dengan menangkap pelaku yang diduga melakukan Pungli bersama rekannya. Namun, saat penangkapan rekan pelaku berhasil melarikan diri.

“Sekarang  Noprizal yang diduga melakukan Pungli beserta dgn barang bukti sudah kita gelandang ke  Sat Reskrim Polres OKU Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku tindak pidana pemerasan akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP,” tambahnya.

Dari tangan pelaku, anggota berhasil menyita sejumlah Barang Bukti (BB) berupa dua lembar uang senilai Rp 2000, satu lembar uang Rp 10 ribu dan satu pucuk senjata tajam jenis pisau.

Sementara, pengakuan saksi HR yang sekaligus menjadi korban pungli kepada polisi menuturkan, pihaknya memberikan uang karena merasa takut dengan pelaku. “Saya lebih baik kasih uang Rp. 2000, dari pada nantinya terjadi apa-apa,” imbuhnya.