Ini Konsep Kholid-Fery Mewujudkan Tekad ‘Tanpa Jalan Berlobang’ di OKU Timur

Bupati OKU Timur saat menjelaskan mekanisme pembangunan jalan di OKU Timur

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengaku harus menjelaskan secara gamblang kepada masyarakat mengenai rencana pembangunan jalan di OKU Timur selama masa pemerintahan HM Kholid Mawardi Ssos Msi-Fery Antoni SE sehingga masyarakat mengetahui tahapan demi tahapan dalam pembangunan jalan di OKU Timur.

Menurut Kholid, jalan di Kabupaten OKU Timur ada dibagi dalam beberapa nama dan tanggungjawab, seperti jalan negara yang terbentang mulai dari perbatasan. Way Kanan, Provinsi Lampung hingga perbatasan Kabupaten OKU dengan panjang sekitar 100 Kilometer.

“Perbaikannya merupakan tanggungjawab Pemerintah Pusat dengan menggunakan dana ABPN melalui balai besar dan bukan tanggungjawab pemerintah Provinsi ataupun pemerintah Kabupaten. Karena kualitas pembangunannya berbeda, jadi meskipun pemerintah kabupaten menganggarkan pembangunannya, maka akan menghambat pembangunan infrastruktur yang lain karena,” katanya.

Yang kedua lanjut Kholid adalah jalan provinsi, di kabupaten OKU Timur, jalan provinsi merupakan yang terpanjang di Sumatera Selatan. Kerusakannya juga yang terparah. Jalan provinsi membentang dari Martapura-Perbatasan OKI, Kurungan Nyawa hingga perbatasan OKI dengan panjang lebih kurang 206 Kilometer.

“Demikian juga dengan jalan provinsi yang pembangunan dan perbaikannya menggunakan dana APBD Provinsi. Pemerintah Kabupaten tidak bisa memperbaikinya karena itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Meskipun pemerintah Kabupaten memperbaikinya maka akan menghambat pembangunan infrastruktur yang lain,” jelasnya.

Namun pemerintah provinsi tahun 2017 memprioritaskan pembangunan jalan provinsi di OKU Timur dan mudah-mudahan tahun 2018 semua jalan provinsi sepanjang 206 Km selesai diperbaiki.

Sedangkan yang ketiga adalah jalan Kabupaten. Jalan kabupaten di OKU Timur memiliki panjang sekitar 932 Kilometer yang tersebar disejumlah wilayah di OKU Timur. Hingga tahun 2017 jalan kabupaten yang kondisinya sudah baik sepanjang 300 Km lebih. Dengan demikian, sisa jalan kabupaten yang belum diperbaiki sepanjang 632 Kilometer.

Pemerintah OKU Timur menargetkan perbaikan jalan kabupaten setiap tahunnya sepanjang 150 Km. Sehingga dalam kurun waktu empat tahun 632 Kilometer jalan kabupaten semuanya selesai diperbaiki. Namun dalam kurun waktu tersebut tentunya pembangunan yang dilakukan pada tahap awal sudah mengalami kerusakan kembali.

“Jadi dalam melakukan pembangunan sebenarnya tidak akan pernah selesai. Semakin dilakukan perbaikan, semakin terlihat kerusakannya. Untuk itu, dukungan dan kerja keras semua element sangat dibutuhkan sehingga pembangunan yang dilakukan tidak sia-sia karena dijaga secara bersama-sama,” terangnya.

Bupati berharap dalam beberapa tahun kedepan tidak ada pemotongan anggaran seperti yng terjadi pada tahun 2016 lalu. Karena jika ada defisit anggaran, maka pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan akan mengalami hambatan dan tidak sesuai dengan rencana.

Sedangkan kategori jalan ke empat adalah jalan Desa yang memiliki panjang ribuan kilometer. Untuk pembangunan jalan desa tersebut melalui bantuan langsung dari pemerintah pusat yang di transfer langsung melalui rekening kepala desa dengan besaran 10 persen dari dana bagi hasil ditambah dengan bantuan pemerintah berupa ADD.

“Tahun 2016 dana desa sudah mencapai hingga 700 Juta per desa ditambah dengan ADD,” lanjutnya.

Menurut Kholid, dalam melakukan pembangunan sebenarnya ilustrasinya tidak berbeda dengan seseorang yang menjalani kehidupan berumah tangga. Tahun pertama menikah ditargetkan memiliki rumah. Setelah mendapatkan rumah, maka akan ditargetkan kembali untuk membeli sepeda motor. Sehingga setelah selanjutnya target akan ada kembali baik memperbaiki rumah hingga membeli sepeda motor baru maupun membeli mobil.

“Demikian juga dengan pembangunan. Ketika satu titik selesai, maka akan dilanjutkan ke titik lainnya. Sedangkan titik pertama sudah mulai mengalami kerusakan. Namun dengan konsistensi yang ada, pemerintah akan berusaha untuk menjadikan OKU Timur ini sebagai daerah yang nyaman dalam segala lini,” katanya.

Kholid melanjutkan, untuk tahap awal pemerintah akan mengutamakan perbaikan jalan yang merupakan sentral perekonomian dalam membawa hasil bumi seperti wilayah Belitang 2, Belitang 3, Semendawai Timur dan sebagian wilayah Batumarta.

Dalam pembangunan jalan tahap awal, pemerintah akan mengutamakan pembangunan pembentukan badan jalan dimana rata-rata badan jalan yang ada sangat rendah dengan kiri kanan berair untuk kemudian dilanjutkan dengan pengerasan. Setelah pengerasan pembangunan selanjutnya akan dipilih mana yang terlebih dahulu akan diaspal karena jika pengerasan belum maksimal, maka pengaspalan juga hanya akan sia-sia.

“Dalam pembangunan jalan tahun 2018, kemungkinan perbaikan jalan tidak akan menggunakan sistim cor melainkan menggunakan hotmix dan pengaspalan kecuali daerah yang parah tentunya masih menggunakan perbaikan dengan cara pengecoran,” terangnya.

Adapun alasan tidak dilakukan pengecoran, karena pemeliharaan jalan dengan pembangunan sistim pengecoran akan lebih susah dibandingkan dengan jalan yang diaspal. Badan jalan yang di cor ketika mengalami kerusakan perbaikannya harus dilakukan secara menyeluruh baik kiri maupun kanan jalan. Sedangkan jika pembangunan menggunakan pengaspalan, perbaikannya lebih mudah karena cukup diperbaiki dilokasi kerusakan saja.

“Jadi dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tanpa Jalan Perlobang gambarannya penargetan pembangunan adalah dengan sejumlah target yang terukur dengan ukuran 150 Km per tahun yang semuanya akan selesai dalam kurun waktu lima tahun. Namun meski demikian dalam kurun waktu tersebut dipastikan ada yang sudah mengalami kerusakan. Jadi saya sampaikan kembali bahwa dalam melakukan pembangunan itu tidak akan pernah berhenti dan tidak akan pernah selesai karena semakin pembangunan dilakukan, maka kerusakannya akan semakin terlihat,” katanya.

Tentunya lanjutnya, rasa memikiki yang tinggi dari masyarakat akan daerah ini akan menjadi tonggak dalam terpeliharanya seluruh pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan.