Belum Dievakuasi, Bangkai ALS dan Tronton Batrubara Ganggu Pengguna Jalan

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA– Para pengendara yang kerap melintasi ruas jalan Lintas Tengah (Jalinteng) yang datang dari wilayah OKU Timur menuju Kabupaten OKU maupun sebaliknya, tepatnya di Desa Minangbaru, Kecamatan BP Peliung terutama saat malam hari harus berhati-hati. Pasalnya, bus dan truk tronton yang sebelumnya alami kecelakaan sampai saat ini belum di evakuasi dari titik lokasi kejadian.

Berdasarkan pantauan kabarokutimur.com dilapangan, Jumat (3/2/2017), dua kendaraan besar tersebut hingga saat ini masih terparkir disisi bahu ruas Jalinteng dan memakan setengah badan jalan. Ironisnya, kedua kendaraan besar tersebut terparkir tepat di lokasi jalan yang bagus, sedangkan lokasi jalan yang bisa dilalui kondisinya rusak dan berlobang.

Bukan hanya itu, belum dievakuasinya kedua kendaraan besar tersebut berdampak pada kendaraan yang melintas harus bersabar mengantre ketika melintas. Bahkan kemacetan terkadang tidak terelakkan lagi saat kendaraan sedang ramai terlebih saat jam masuk atau pulang kerja.

“Akibat dua kendaraan itu ruas jalan ini kerap alami kemacetan, karena dua kendaraan besar itu terparkir dipinggir jalan dan memakan setengah badan jalan,” ungkap Fin Antonio (28) salah seorang pengguna jalan yang kerap melintasi ruas Jalinteng.

Pihaknya memprediksi, kemungkinan besar dua kendaraan besar tersebut tidak akan dievakuasi dari lokasi kejadian sebelum bisa dikemudian atau dihidupkan kembali dan kemungkinan hal itu akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saya beberapa hari ini melintas belum melihat adanya upaya untuk memindahkan kedua kendaraan itu. Justru yang saya lihat di bus ALS ada sejumlah orang sedang lakukan perbaikan dan bukan melakukan upaya untuk memindahkan mobil,” katanya.

Lanjut dia, semestinya baik petugas kepolisian maupun pemilik mobil baik bus ALS maupun tronton Batubara langsung lakukan upaya memindahkan kendaraan tersebut dari badan jalan, sehingga tidak menganggu kenyamanan pengendara lain saat melintas diruas jalan publik tersebut.

“Harusnya ada upaya pemindahan yang dilakukan, sehingga tidak menimbulkan kemacetan atau bahkan kecelakaan lanjutkan karena melihat lokasinya tepat di tikungan dan turunan yang sangat berpotensi kecelakaan,” lanjutnya.

Sementara, Hendri (25) seorang pengendara lainnya menyayangkan pengelola bus ALS dan truk tronton tersebut yang terkesan membiarkan bangkai mobil tersebut terparkir disisi bahu jalan, sehingga menimbulkan kemacetan saat ruas Jalinteng pada pengendara yang melintas.

“Kalaupun mereka tidak mau membawanya hingga ke poll masing-masing minimal pindahkan dari TKP yang memakan badan jalan seperti itu. Tidak ada alasan kan bisa menggunakan mobil Derek atau ditarik dan sebagainya, mengenai biaya saya rasa tidak mungkin perusahaan sebesar itu tidak memiliki uang,” imbuhnya.