dr Erly : Masyarakat Harus Tahu Penyebab dan Gejala Penyakit Hidrosefalus

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA –  Hidrosefalus merupakan penyakit yang menyerang langsung bagian organ otak. Penderita Hidrosefalus itu sendiri mengalami penumpukan cairan di dalam otak yang berakibat meningkatnya tekanan pada otak. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten OKU Timur, dr Erly Yani MM. Kes, ketika dikonfirmasi Selasa (6/2/2017) mengatakan, penyakit Hidrosefalus dapat dialami oleh orang-orang segala usia, namun umumnya penyakit ini  diderita oleh bayi dan manula.

“Kalau berdasarkan gejalanya, penyakit itu dapat dikelompokkan menjadi dua jenis yakni, Hidrosefalus kongenital dan Hidrosefalus acquired,” jelasnya.

Lanjut Erly, ada beberapa hal yang jadi pemicu terjadinya penyakit Hidrosefalus, seperti buruknya mekanisme penyerapan cairan akibat radang atau cedera pada otak, terhambatnya aliran cairan serebrospinal akibat kelainan pada sistem saraf, Infeksi janin saat masih di dalam kandungan yang menyebabkan radang pada jaringan otak janin dan cedera parah pada bagian kepala.

Untuk itu dirinya menghimbau bagi masyarakat agar bisa mempelajari penyebab dan gejala terjadinya penyakit Hidrosefalus pada balita maupun manula. Karenanya, penyakit tersebut jika tidak segera ditangani maka tekanan penumpukan cairan pada bagian kepala bisa merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

“Pemeriksaan penyakit hidrosefalus biasanya dilakukan oleh seorang dokter ahli saraf. Nantinya dokter tersebut akan lakukan sejumlah pemeriksaan sederhana, seperti memeriksa ciri-ciri fisik, koordinasi dan keseimbangan pasien, memeriksa daya pendengaran, daya penglihatan, daya indera peraba, dan memeriksa tonus, kekuatan, serta refleks otot. Terdapat juga kemungkinan bahwa dokter akan memeriksa kondisi psikologis penderita,” imbuhnya.