Akhirnya Pelaku Pembunuhan Hendra di Kebun Ubi Ditangkap

Dua pelaku pembunuh Hendra di kebun Ubi Desa Lingot yang berhasil ditangkap
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Anggota Satreskrim Polres OKU Timur akhirnya berhasil meringkus dua tersangka (Tsk) yang diduga kuat menjadi otak pelaku pembunuhan sadis terhadap korban Hendra Alan Nuari (21), warga jalan lintas Sumatera, Desa Kotabaru, yang ditemukan tewas pada 18 Desember 2016 lalu.

Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru didampingi Kabag Ops Kompol Nurhadiansyah dan Kasat Reskrim AKP Bagus Adi mengatakan, setelah mengetahui adanya penemuan jasad korban, anggota Satreskim yang dipimpin Kasatres langsung melakukan penyelidikan dengan dibantu Timsus.

Kedua tersangka yang diketahui berinisial MD (25), warga Desa Kotabaru dan RD (32) warga Kotabaru barat, akhirnya berhasil diringkus anggota, Selasa (14/2/2017) malam, saat keduanya tengah berada di Desa Teluk betung, Kelurahan Kupang raya, Provinsi Lampung.

“Kedua pelaku berhasil kita ringkus saat keduanya berada di wilayah Lampung. Ini termasuk salah satu bentuk kerjasama kita dengan Polres Lampung,” ujar Kapolres saat gelar press release, Jumat (17/2/2017) dihalaman Mapolres OKU Timur.

Lanjut Audie, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan karena sebelumnya saat hendak diringkus kedua pelaku sempat berusaha melarikan diri dan mencoba berikan perlawanan terhadap anggota. Kedua tersangka kini terjerat pasal 365 ayat 4 dan atau pasal 340 subsiden 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau minimal 20 tahun penjara.

“Motif pembunuhan yang dilakukan kedua pelaku yakni dendam lantaran adanya hutang piutang. Kita juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (Bb) berupa SIM, plat nomor kendaraan,” lanjutnya.

Sementara, menurut penuturan kedua tersangka saat dibincangi, dirinya mengaku memang sudah memiliki rencana untuk melakukan pembunuhan terhadap korban Hendra Alan Nuari lantaran dendam.

“Korban pernah gadaikan motor kakak ipar saya mas, saya malu kalau pulang kerumah selalu ditanya soal motor itu. Niat itu ada karena korban selalu berjanji untuk kembalikan motor itu, tapi kenyataannya cuma omong kosong,” jelas tersangka berinisial RD.