Dandim OKU: Tak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan

Foto: Istimewa Salah satu Hutan Produksi di OKU Timur yang terbakar tahun 2015 lalu

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di Kabupaten OKU Timur tahun 2017, pemerintah Kabupaten OKU Timur melakukan tindakan antisipasi sejak dini sehingga tidak ada kebakaran seperti yang terjadi pada tahun 2015 lalu.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD dikonfirmasi Sabtu (18/2/2017) mengatakan, antisipasi dini sudah dilakukan dengan melaksanakan apel kesiapsiagaan beberapa hari lalu, sejumlah persiapan antisipasi kebakaran sudah ada mulai dari sepeda motor, tenda, serta personil yang berasal dari berbagai kesatuan dan instansi.

“Namun peran serta aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menanggulangi bahaya kebakaran baik dalam melakukan antisipasi maupun dalam melakukan pemadaman kebakaran ketika terjadi,” kata Kholid.

Menurut Kholid, ada beberapa peralatan yang harus ditambah sehingga dalam pemadamanan kebakaran nanti bisa dilakukan tanpa mengalami kesulitan terutama di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.

“Kita menghimbau kepada seluruh jajaran mulai dari tingkat kabupaten kecamatan dan desa untuk mengantisipasi kemungkinan terjadiya kebakaran sekecil mungkin dan mengantisipasi sebab-sebab kebakaran baik hutan maupun lahan-lahan lainnya,” katanya.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru mengatakan, potensi kebakaran hutan dan lahan di OKU Timur untuk awal tahun 2017 masih minim mengingat cuaca saat ini curah hujan masih sangat tinggi. Namun antisipasi secara dini harus dilakukan sehingga tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti tahun 2015 lalu yang sangat merugikan negara.

Sedangkan Dandim 04/03 OKU Letkol Inf Mohammad Sjahromi SE mengatakan, potensi kebakaran di Kabupaten OKU Timur jika melihat tahun 2015 lalu sebagian besar berada di wilayah Cempaka. Untuk itu kegiatan pencegahan harus dilakukan sehingga tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut kata dia, sejumlah himbauan sudah disebarkan baik berbentuk spanduk maupun sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah kecamatan dan desa.

“Tahun 2017 ini tidak ada toleransi lagi bagi pembakar lahan baik masyarakat maupun perusahaan. Berdasarkan instruksi Presiden, tahun ini merupakan tahun penindakan bukan tahun pencegahan. Untuk itu diharapkan kepada segenap perusahaan dan masyarakat untuk memperhatian dan melakukan pencegahan terjadinya pembakaran,” katanya.