Dinas Pertanian OKUT Desak PT Pusri untuk Segera Distribusikan Pupuk

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dampak dari langkanya pupuk beberapa bulan terakhir ini yang terjadi di wilayah OKU Timur, membuat pihak pemerintah Kabupaten setempat melalui Dinas pertanian mendesak perusahaan PT Pusri agar secepatnya mendistribusikan pupuk, baik pupuk bersubsidi maupun non subsidi ke OKU Timur.

Dampak yang ditimbulkan dari langkanya pupuk tersebut, ribuan lahan jagung dan padi milik para petani yang berada hampir diseluruh wilayah OKUT tahun ini terancam gagal panen.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian OKU Timur, Ir Ruzuan Efendi MM, Rabu (22/2/2017) mengatakan, pihaknya membenarkan mengenai adanya kelangkaan pupuk yang sudah berlangsung dalam kurun waktu satu bulan terakhir ini. Sejauh ini langkanya pupuk di wilayah Bumi Sebiduk Sehaluan menjadi permasalahan utama bagi para petani.

Menurtunya, kelangkaan pupuk tersebut terjadi karena faktor pihak perusahaan PT Pusri yang mengaku terkendala pada transportasi pengiriman barang.

“Sejauh ini kita sudah mengirimkan surat ke pemerintah provinsi dan pihak perusahaan PT Pusri untuk permintaan pengiriman pupuk. Namun sampai sekarang belum ada yang terealisasi, dilain sisi pihak perusahaan mengaku sudah setorkan laporan DO ke distributor tapi terkendala di ekspedisi,” katanya.

Lanjut Ruzuan, jika memang kelangkaan pupuk terjadi karena adanya kendala pada ekspedisi, seharusnya hal itu sejak awal mendapat perhatian dari pemerintah provinsi dan tidak menghambat kelangsungan pendistribusian pupuk.

“Kejadian seperti ini seharusnya jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, dampaknya sangat besar bagi para petani. Tanaman yang seharusnya sudah dilakukan pemupukan harus tertunda, dan hal itu tentunya sangat menghambat pertumbuhan tanaman dan kemungkinan besar hasil panen tidak akan sesuai target,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ruzuan katakan, tembusan untuk pengiriman pupuk bulan lalu sampai sekarang masih tersisa dan belum semuanya dikirim ke OKU Timur.

“Itupun sudah kita tindak lanjuti ke PT Pusri dan pemerintah provinsi. Jadi sekarang kita tinggal menunggu tindak lanjutnya dan kita berharap pupuk subsidi maupun non subsisdi segera disalurkan,” harapnya.

Dirinya menambahkan, jika memang ekspedisi menjadi faktor kendala utama dalam pendistribusian pupuk, setidaknya hal itu harus segera dicarikan solusinya.

“Dulu ekspedisinya selalu lancar, tapi kenapa sekarang malah terkendala pada ekspedisi. Mudah-mudahan permasalahan ini secepatnya bisa teratasi dan sekali lagi kita berharap pupuk segera di droping ke OKU Timur karena petani sudah sangat menunggu, “imbuhnya.