Hariyani Masih Tak Menyangka Suaminya Dibunuh Pemilik Kontrakan yang Dikenalnya

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Hariyani (30), warga Desa Sukabaru Rt 5 Rw 2 dusun Suka baru, Kecamatan Bunga mayang, Kabupaten OKU Timur, yang tak lain merupakan istri dari Gustiawan yang sebelumnya tewas mengenaskan, hanya bisa terdiam dan sesekali menceritakan bagaimana keseharian suaminya tinggal di Banyuasin untuk bekerja sebagai buruh bangunan.

Gustiawan sendiri sebelumnya dibunuh oleh Zumrowi (44) warga Desa Kenten Laut, dengan cara menggorok leher korban hingga terpisah dengan anggota tubuhnya.

Ketika dibincangi di kediamannya, Jumat (24/2/2017), Hariyani dan anaknya Karina Wulan Aulia yang masih berusia lima tahun beserta sejumlah anggota keluarga, hanya sesekali bercerita singkat mengenai kepribadian suaminya yang merupakan warga asli kecamatan Muaraenim.

“Hari ini kami sekeluarga berangkat ke Muaraenim, karena jenazah suami saya dibawa kesana. Suami saya orangnya pendiam, saya juga tak habis pikir kenapa takdir suami saya harus seperti ini. Sejauh ini saya kenal dengan Zamrowi, tapi saya belum tahu apa sebenarnya masalah suami saya sehingga Zamrowi tega membunuhnya,” terang Hariyani yang mengaku mengenal pelaku yang merupakan anak dari pemilik kontrakan suaminya.

Hariyani sendiri sebelumnya mendapat kabar kematian suaminya Kamis (23/2/2017), dari ayahnya yang juga sebelumnya mendapat informasi tersebut dari pihak kepolisian. Dirinya juga mengaku sebelumnya tidak pernah memiliki firasat apapun sebelum musibah tersebut menimpa suaminya. Hanya saja, beberapa bulan sebelumnya Hariyani pernah meminta kepada suaminya untuk pindah kontrakan.

“Saya sebelumnya tidak pernah ada firasat, kejadian ini benar-benar tak disangka, pertemuan kami beberapa bulan lalu ternyata pertemuan terakhir. Padahal tepat hari ini rencananya saya dan Karina ingin temui dia di Palembang,” jelas Hariyani seraya menahan kesedihan atas kepergian suaminya.

Sementara menurut Sugeng, yang tak lain merupakan Mertua Gustiawan mengatakan, semasa hidupnya korban merupakan sosok suami dan menantu yang baik dan tidak pernah macam-macam apalagi sampai memiliki musuh.

“Selama ini menantu saya itu selalu berkominikasi dengan istri dan anaknya. Disetiap bulan dia selalu mengirimkan uang untuk kebutuhan disini. Disini dia punya kebun jagung yang sudah diserahkan kepada kami untuk mengurusnya guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.