Untuk Cetak e-KTP, OKU Timur Perlu Sedikitnya 70 Ribu Blanko

loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA –Terhitung sejak Oktober 2016 lalu, seluruh masyarakat OKU Timur yang akan melakukan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) hingga saat ini masih belum dapat diproses karena terkendala pada kosongnya blanko e-KTP tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan pembuatan e-KTP itu sendiri, sedikitnya dibutuhkan 70 ribu blanko.

“Sejak tahun 2016 lalu sampai sekarang ini, kita masih alami kekosongan blanko.
Untuk penuhi kebutuhan proses pembuatan e-KTP itu, kita membutuhkan ribuan blanko. Walaupun blanko itu masih kosong, bagi masyarakat yang ingin mengurus e-KTP, sementara kita berikan KTP sementara yang fungsinya sama dengan e-KTP,” jelas Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil OKU Timur Sutikman melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Mursal, Senin (27/2/2017).

Lanjut Mursal, kosongnya blanko e-KTP yang berlangsung hingga saat ini karena disebabkan gagalnya berulang kali pelaksanaan lelang. Terakhir, pelaksanaan lelang tersebut dilaksanakan 14 Februari lalu, namun hal itu juga gagal dilakukan.

“8 Maret 2017 mendatang Pemerintah pusat akan kembali melakukan lelang dan langsung menetapkan pemenangnya. Kalau itu semua sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka perkiraan dalam minggu ketiga dibulan Maret blanko e-KTP itu susah ada. Pastinya, itu juga butuh proses untuk pengiriman dari Jakarta ke daerah-daerah,” lanjutnya.

Mursal menambahkan, pencetakan tahap pertama untuk seluruh Indonesia akan dicetak sebanyak tujuh juta blangko yang kemudian akan dilanjutkan dengan proses pencetakan kembali hingga semua kebutuhan blanko diseluruh wilayah bisa terpenuhi.

“Tercatat sejauh ini sudah ada 70 ribu pemohon yang sudah mengajukan dan menyerahkan berkas. Jadi kebutuhan untuk wilayah kita ini berkisar 70 ribu.
Karena e-KTP belum bisa dicetak, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan KTP sementara yang berlaku secara nasional,” imbuhnya.