Bejat… Ayah Tiri Tega Cabuli Anaknya Hingga Hamil Enam Bulan

Tersangka Jemari saat diamankan di Mapolsek Cempaka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
loading...

KABAROKUTIMUR.COM, SEMENDAWAIBARAT –  Jemari (47) warga Betung kecamatan Semendawai Barat Kabupaten  OKU Timur tega melakukan perbuatan bejat terhadap AL (16) warga yang sama hingga hamil enam bulan. Jemari diketahui melakukan perbuatan asusila tersebut setelah dilaporkan oleh korban AL kepada pihak kepolisian.

Perbuatan keji yang dilakukan oleh Jemari terhadap AL yang diketahui merupakan anak tirinya tersebut sudah berlangsung sejak bulan Agustus 2016 lalu hingga menyebabkan anak tirinya tersebut mengandung selama enam bulan.

Dihadapan penyidik, tersangka Jemari mengaku sudah melakukan perbuatan keji tersebut hampir 10 kali di sejumlah lokasi berbeda. Namun kejadian pertamakali dilakukan Jemari terhadap anak tirinya tersebut di pondok perkebunan karet yang berlokasi di desa Betung pada 2 Agustus 2016 lalu sekitar pukul 11.00 WIB siang.

Sedangkan berdasarkan pengakuan korban AL pemerkosaan tersebut dilakukan ayah tirinya secara paksa dengan berulang-ulang ketika ibunya sedang tidak berada di rumah atau ketika ayah tirinya tersebut memiliki kesempatan.

AL mengaku tidak melaporkan perlakukan bejat tersebut kepada pihak kepolisian ataupun ibu kandungnya karena setiap hari mendapat ancaman dari ayah tirinya yang mengancam akan membunuhnya jika melaporkan tindakan bejat ayah tirinya tersebut.

“Saya sudah tidak tahan lagi. Saya tidak bisa lagi menyimpannya terlebih sudah hamil enam bulan. Setelah saya laporkan kepada ibu saya, kemudian kami melaporkannya kepada polisi,”pengakuan korban.

Sementara Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui kasubag Humas membenarkan adanya laporan korban yang menyatakan telah diperkosa oleh ayah tirinya tersebut hingga hamil enam bulan yang tertuang dalam Laporan Polisi  LP/01/II/2017/SUMSEL/OKUT/SEK.CPK, Tanggal 28 Februari 2017.

“Setelah mendapat laporan dari korban dan ibunya, polisi langsung melakukan penelusuran dan berhasil menangkap tersangka. Saat ini tersangka berada di Mapolsek Cempaka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Menurut Kapolres, akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 81 dan atau pasal 82 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atau UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas 15 tahun.