Ini Kategori Pengendara yang Diincar Polisi Dalam Operasi Simpatik

Kapolres AKBP Audie S Latuheru saat menyematkan pita tanda operasi gelar simpatik 2017

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Operasi Simpatik yang akan digelar mulai 1-20 Maret mendatang akan menyasar para pengendara yang melakukan sejumlah pelanggar terutama yang berpotensi menyebabkan terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Menurut Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru saat menbacakan  amanat Kepala Korp Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM dalam apel gelar pasukan Operasi Simpatik tahun 2017, Rabu (1/3/2017) menyebutkan bahwa sasaran utama operasi simpatik tersebut adalah pengendara yang berpotensi terjadinya fatalitas kecelakaan lalu lintas antara seperti pengendara yang melawan arus lintas khususnya kendaraan bermotor (R2). Melanggar rambu-rambu lalu lintas dan Pelanggaran batas kecepatan.

Menurut Kapolres, dengan dilakukan penegakan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, diharapkan pelaksanaan operasi simpatik dapat mendorong tercapainya tujuan operasi yakni meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan.

“Selain itu juga agar tingkat fatalitas korban lakalantas mengalami penurunan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri hingga terwujudnya masyarakat yang tertib serta patuh hukum dalam berlalu lintas,” katanya.

Demi suksesnya pelaksanaan operasi aimpatik 2017 tersebut, Kapolres juga menekankan dan memberi arahan kepada petugas untuk pedoman dalam pelaksanaan tugas agar selalu ingat pada Tuhan YME dan menjaga keselamatan selama menjalankan tugas.

“Tingkatkan disiplin bagi anggota Polantas agar bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Semua itu demi terwujudnya masyarakat yang tertib dan patuh hukum dalam berlalu lintas,” tegasnya.

Sementara Kasatlantas Polres OKUT, AKP Maria Herawati mengatakan, pelaksanaan operasi simpatik selama lebih kurang tiga minggu tersebut bukan untuk melakukan razia tetapi lebih menekankan kepada pelanggaran.

“Maka kita menghimbau kepada masyarakat agar mentaati aturan dalam berlalu lintas supaya terhindar dari pelanggaran maupun terjadinya kecelakaan,” katanya.

Saat disinggung indikasi ada anggota satlantas nakal, Herawati dengan tegas mengaku akan memberikan pembinaan dan sanksi jika memang yang bersangkutan terbukti melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

Gelar pasukan operasi simpatik 2017 dihadiri unsur muspida, Danpuslatpur, Danyon Armed, Kajari, Kodim 04/03OKU dan tamu undangan lainnya.