Serangan Hama Sebabkan Hasil Pertanian Turun Lebih Dari 20 Persen

Salah satu tanaman padi petani yang kerdil dan akhirnya mati.

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Hasil produksi petani sawah di Kabupaten OKU Timur mengalami penurunan hingga mencapai 20 persen pada musim panen awal tahun 2017. Penurunan hasil panen tersebut disebabkan karena adanya serangan hama yang membuat padi kerdil dan hingga akhirnya mati.

Menurut Wagi petani asal kecamatan Madang Suku II Kamis (2/3/2017) mengatakan, penurunan hasil panen awal tahun 2017 dipastikan terjadi pada setiap petani di OKU Timur yang disebabkan oleh serangan hama dan menyebabkan tanaman padi kerdil dan mati sebelum bulir padi muncul.

“Tanaman padi petani kerdil dan mati ketika usia padi sekitar 60 hari ketika akan mengeluarkan bulir padi. Tanaman menjadi kerdil dan mengering hingga akhirnya mati. Entah apa yang menyebabkan tanaman seperti itu, baik yang sudah memasuki usia diatas 60 hari maupun tanaman petani yang baru ditanam,” katanya.

Wagi mengaku tidak bisa memastikan penyebab kerdil dan matinya tanaman padi petani tersebut karena untuk pemupukan kata dia, petani sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pemupukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Sedangkan untuk pengairan semuanya sudah sangat maksimal, karena menggunakan pengairan irigasi tekhnis yang tidak pernah terlambat. Entah apa yang menyebabkan tanaman padi petani menjadi seperti ini. Hasil panen tahun ini dipastikan akan menurun jika terus menerus seperti ini,” katanya.

Sedangkan Suyan Jatmiko, petani asal Kecamatan Bunga Mayang mengatakan hal serupa. Menurutnya, petani sawah tadah hujan di wilayahnya juga mengalami kerugian akibat serangan hama jenis ulat sehingga menyebabkan tanaman padi mengalami patah leher dan mati. Selain serangan patah leher, tanaman petani juga diserang hama wereng dan tikus.

“Serangan hama itu tentu saja menyebabkan hasil produksi menurun. Belum lagi kesulitan dalam mendapatkan pupuk sehingga berpangaruh pada hasil panen petani,” katanya.