Terkait Kelangkaan Pupuk di OKUT, Tidak Ada Indikasi Penyelewengan

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Terkait kelangkaan pupuk yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir di Kabupaten OKU Timur yang diduga disebabkan adanya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sejauh ini adanya indikasi penyelewengan tersebut belum ditemukan. Hal itu dikatakan langsung, Nakuyama selaku Staff Gudang pupuk PT Pusri Martapura, ketika dikonfirmasi Rabu (8/3/2017).

Pihaknya juga mengaku, hingga saat ini belum pernah menerima laporan atau temuan atas adanya dugaan tersebut yang mengakibatkan pada tersendatnya proses pendistribusian pupuk ke wilayah Bumi Sebiduk Sehaluan. Meskipun begitu, pihaknya selalu mengantisipasi akan adanya hal-hal yang tidak diinginkan, dengan cara selalu berkoordinasi dengan pihak lainnya.

“Meskipun proses pendistribusian pupuk belum sepenuhnya stabil, namun pupuk tetap terus dikirim setiap harinya ke OKU Timur. Kami juga selalu mengantisipasi kemungkinan adanya indikasi penyelewengan pupuk, dan sejauh ini kami belum menerima adanya laporan atau temuan itu. Selain itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak lainnya agar hal itu tidak terjadi,” terang Nakuyama.

Guna meminimalisir adanya indikasi penyelewengan mengenai pendistribusian pupuk, lanjut Nakuyama, pihaknya meyakini hal itu kemungkinan kecil bisa terjadi. Pasalnya, jauh dari sebelumnya pemerintah pusat sudah memberlakukan aturan yang jelas tentang pendistribusian pupuk antar Kecamatan dan untuk melakukan DO penebusan pupuk sudah diterapkan sistem online.

“Sekarang ini untuk DO penebusan pupuk kita sudah pakai sistem online, jadi kemungkinan adanya indikasi penyelewengan tersebut bisa dihindari. Selain itu, saat ini peraturan dari Kementerian Pertanian tentang aturan pendistribusian pupuk antar Kecamatan juga sudah jelas, turunannya ada di Gubernur dan Dinas Pertanian,” lanjutnya.

Menurutnya, saat ini Kabupaten OKU Timur sudah memasuki musim tanam gadu, secara otomatis permintaan pasokan pupuk cukup meningkat.

“Biasanya memasuki bulan ketiga, empat dan lima, permintaan pupuk bisa meningkat. Sementara gudang kita ini untuk melayani kebutuhan pupuk di tiga Kabupaten, jadi jika melihat proses pendistribusian yang sejauh ini masih belum normal akibat ambruknya jembatan Gunung batu, pupuk yang nantinya masuk akan diatur sesuai DO dan bergilir,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, untuk kuota pendistribusian masing-masing jenis pupuk di OKU Timur itu sendiri beragam, misalnya seperti jenis pupuk urea, kuota untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten OKU Timur sebanyak 33.717 ton. Sedangkan, untuk jenis pupuk Ponska sebanyak 15.985 ton.

“Jatah kebutuhan kuota pupuk diwilayah kita ini masing-masing jenis pupuk jatah kuotanya beragam, untuk pupuk Organik sendiri mendapat kuota sebanyak 3.650 ton, SP 14.445 ton, ZA 620 ton. Permintaan itu sewaktu-waktu bisa lebih atau kurang tergantung dari pola tanam,” jelasnya.

Saat disinggung jika nantinya ditemukan ada indikasi penjualan pupuk dikios resmi yang menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya menyarankan untuk segera laporkan hal tersebut ke PT Pusri. Dan nantinya, bagi para pengecer resmi yang terbukti menjual pupuk di atas HET, maka izin usahanya akan dicabut sebagai bentuk sanksinya.