Dinkesos OKUT Gencar Lakukan Monitoring dan Evaluasi ke Sejumlah Lembaga Sosial

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Kabupaten OKU Timur, sejak awal Januari 2017 hingga saat ini tengah gencar melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa lembaga sosial masyarakat, seperti panti asuhan dan pesantren yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan. Hal itu dilakukan sesuai instruksi sebelumnya dari Kementerian sosial Republik Indonesia, yang sebelumnya mengingatkan Dinas sosial untuk melakukan pengawasan dan evaluasi secara rutin.

Hal itu dikatakan langsung, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten OKU Timur, Bambang Trijono, SE.MM melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Sudarman, saat dikonfirmasi Senin (20/3/2017). Pihaknya juga mengatakan, tujuan dilakukannya monitoring dan evaluasi kesejumlah lembaga sosial di OKU Timur agar para pengurus di lembaga tersebut dapat terus memberikan pelayanan dengan baik.

“Kegiatan ini kita sudah lakukan sejak awal tahun 2017, tujuannya tidak lain agar para pengurus lembaga-lembaga sosial yang ada di OKU Timur seperti panti asuhan dan pesantren, dapat terus berikan pelayanan terbaiknya,” katanya.

Lanjut dia, pihaknya juga menginventarisir beberapa kebutuhan di sejumlah lembaga agar nantinya dapat diketahui apa saja yang menjadi kebutuhan dalam mengurus sebuah lembaga, terutama dalam sistem kepengurusan lembaga tersebut.

“Kita juga menginventarisir hal apa saja yang menjadi kebutuhannya terutama dalam sistem kepengurusan disebuah lembaga itu sendiri. Misalnya seperti dari mana sumber dana yang mereka dapat dana untuk menggerakan organisasi itu, tujuannya tidak lain untuk menghimbau kepada meraka untuk bisa terus melakukan kegiatan sosial,” lanjutnya.

Selain melakukan monitoring dan evaluasi tersebut, saat ini pihaknya juga tengah melakukan persiapan untuk pelaksanaan bimbingan teknis terhadap seluruh karangan taruna di Kabupaten OKU Timur. Karang taruna sendiri, dikatakannya, merupakan suatu organisasi yang  dalam kepengurusannya menggunakan sistem stelsel fasip, dengan artian seluruh anggota masyarakat yang berusia mulai dari 13 tahun sampai 45 tahun di ingkungan kelurahan atau desa termasuk dalam kategori warga karang taruna.

“Agar pengurus karang taruna nantinya bisa menjalankan tugas sesuai dengan kaidah harus adanya sebuah bimbingan, tujuannya jangan sampai mereka tidak bergerak jika tidak ada anggaran. Kedepannya, tentu dengan adanya karang taruna ini diharapkan bisa menjadi organisasi alternatif untuk membina para pemuda disetiap desa, maka dengan sendirinya dapat mengarahkan para pemuda untuk menjauhi kegiatan negatif,” imbuhnya.