Isu Penculikan Anak Resahkan Warga OKU Timur

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA –  Masyarakat Kabupaten OKU Timur yang berdomisili di beberapa wilayah seperti Batumarta, Belitang dan sebagian wilayah Madang Suku II diresahkan dengan adanya isu penculikan anak-anak dalam beberapa hari terakhir.

Meski isu tersebut tidak pernah terbukti dan tidak ada yang bisa membuktikan, namun isu penculikan itu sangat cepat beredar dan menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Isu penculikan anak tersebut sebelumnya sempat menghebohkan warga Batumarta dan membuat was-was masyarakat bahkan karena khawatir anak-anak mereka menjadi korban penculikan seperti yang dirumorkan bertujuan mengambil organ tubuh anak tersebut untuk diperjualbelikan masyarakat melarang anak-anaknya untuk berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal.

Setelah isu penculikan anak di wilayah Batumarta tidak terbukti dan masyarakat sudah terbiasa beraktifitas tanpa merasa was-was, isu adanya penculikan anak kembali merebak di wilayah Belitang dengan korban salah satu siswa Sekolah Dasar. Meski isu yang dihembuskan siswa tersebut diajak orang tidak dikenal (OTD) untuk naik sepeda motor, namun hal itu tidak bisa membuktikan bahwa OTD tersebut merupakan pelaku penculikan anak karena sumbernya hanya dari anak SD tersebut yang mengaku menolak ajakan OTD itu.

Akan tetapi, isu tersebut membuat masyarakat wilayah Belitang resah. Mereka beranggapan isu yang beredar adanya OTD mengajak seorang anak SD naik sepeda motor benar-benar ada dan merupakan pelaku penculikan.

Setelah isu penculikan diwilayah Belitang mereda, isu serupa juga terjadi diwilayah antara kecamatan Madang Suku I dengan kecamatan Madang Suku II. Isu aksi penculikan tersebut tidak jauh berbeda dengan yang disebarkan diwilayah Belitang. Modus yang digunakan adalah dengan mengajak anak SD naik sepeda motor yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.

“Apakah benar itu adanya penculikan anak-anak, hari ini Selasa (21/3/2017) ketika anak-anak SD  pulang sekolah salah satu siswa mengaku ada OTD yang mengajaknya naik sepeda motor, namun siswa tersebut menolak dan saat tiba dirumah langsung memberitahukan kepada orangtuanya. Jadi sekarang heboh, beberapa waktu lalu di wilayah Batumarta dan Belitang yang heboh, sekarang malah didaerah Jalur Komering ini yang heboh jadi perbincangan,” ungkap salah satu warga kecamatan Madang Suku II Selasa (21/3/2017).

Isu penculikan anak merebak sejak beberapa minggu terakhir baik di media sosial maupun di kalangan masyarakat. Namun Kapolres OKU Timur AKBP Audie S Latuheru melalui Kabag Ops Kompol Nurhadiyansyah mengatakan bahwa pihaknya belum pernah menerima laporan mengenai adanya penculikan anak tersebut. Namun dia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap adanya isu penculikan anak tersebut.