KABAROKUTIMUR.COM, PALEMBANG – Polda Sumsel, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto M.Si memberikan Kuliah Umum di Universitas Muhammadiyah Palembang. Selasa (21/3/2017) dengan tema ‘Perkembangan Demokratisasi dan Globalisasi serta dampaknya bagi kebhinekaan di Indonesia’.

Hadir dalam kuliah umum tersebut Rektor Muhammadiyah Dr Abid Djazuli SE, MM, Kapolresta Palembang dan sejumlah pejabat utama Polda Sumsel. Kuliah umum itu sendiri merupakan salah satu agenda Kapolda untuk melakukan silaturahmi keseluruh masyarakat tanpa terkecuali civitas akademika untuk menyampaikan dinamika situasi kamtibmas yang terjadi diseluruh wilayah Sumatera Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Menurut Kapolda, Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, agama dan adat istiadat yang sudah tumbuh dari dahulu melalui proses perjuangan yang sangat panjang dan penuh dengan pengorbanan dari para pahlawan hingga akhirnya terbentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan segala keberagaman.

“Ancaman terberat bangsa adalah dari bangsa itu sendiri. Untuk itu sebagai generasi penerus bangsa kita memiliki kewajiban untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari berbagai macam ancaman dari dalam maupun dari luar,” katanya.

Dalam menyikapi berkembangan media sosial saat ini kata Kapolda, masyarakat hendaknya memanfaatkannya kemajuan dengan positif bukan sebaliknya digunakan untuk melakukan provokasi bahkan memecah belah keutuhan bangsa.

“Kejahatan yang sering terjadi di wilayah Sumsel seperti curas, curat, curanmor, anirat dan narkoba sudah sangat menghawatirkan. Mayoritas pelakunya tergolong anak muda yang usianya masih sangat produktif,” jelasnya.

Bahkan lanjutnya, dalam melancarkan aksinya para pelaku tergolong sadis dan tidak segan melukai korbannya. Para pelaku yang berhasil ditangkap dan diperiksa secara mendetail ternyata urinnya positif mengandung narkoba.

“Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan kejahatan yang dilakukannya. Antara narkoba dengan tindak kejahatan konvensional itu selalu berkaitan. Dulu ketika mereka masih sekolah mereka bisa meminta uang kepada orang tuanya. Sekarang ketika mereka tidak sekolah lagi terpaksa mereka melakukan aksi kejahatan untuk memenuhi kebutuhannya (narkoba,red),” terang Kapolda.

Dalam mengatasi berbagai tindak kejahatan tersebut kata Kapolda, masyarakat tidak bisa hanya membebankannya dengan satu institusi saja. Namun harus ada kerjasama dari berbagai instasi pemerintah, disamping itu untuk meminimalisir angka kejahatan dia juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk membantu tugas Kepolisian dengan memberikan informasi dan menjadi Polisi bagi dirinya sendiri.

Penulis : Yulius Humas Polda Sumsel