Langkah Antisipasi, PT MHP Sosialisasikan Penanggulangan Bahaya Kebakaran

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Dalam langkah mengantisipasi dan upaya menanggulangi bahaya terjadinya bencana kebakaran, PT Musi Hutan Persada (MHP) Niru melakukan sosialisasi terhadap masyarakat di Desa Banumas, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, Kamis (23/3/2017).

Kegiatan sosialisasi yang digelar dikantor Desa Banumas tersebut dihadiri langsung perwakilan PT MHP Niru, Kapolsek BP Peliung, TNI, Kepala Desa, dan sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam himpunan Masyarakat Peduli Api (MPA). Tujuan dilakukannya kegiatan sosialisasi itu tidak lain untuk merangkul masyarakat agar dapat menanggulangi bahaya kebakaran bersama-sama.

Dalam sambutannya, Alioeng Bararata, SH selaku Kepala divisi Fire Protection MHP Niru berharap agar nantinya antar masyarakat dengan PT MHP dapat bersinergi untuk melakukan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran, baik yang terjadi diperkebunan maupun diluar perkebunan. Selain itu, pihaknya meminta kepada masyarakat agar dapat segera informasikan jika mengetahui adanya kebakaran lahan ke pihak perusahaan.

“Kita harapkan juga masyarakat agar dapat informasikan segera jika melihat adanya kebakaran, tujuannya agar kami bisa secepatnya melakukan tindakan untuk memadamkan api tersebut. Kita sudah persiapkan semua kebutuhan untuk penanggulangan bencana kebakaran, dan di tahun ini kita targetkan zero persen untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jadi kebakaran sekecil apapun segera beritahukan kepada perusahaan agar nanti ditindaklanjuti bersama,” katanya.

Dikesempatan yang sama, Alioeng juga memberikan bantuan kepada himpunan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Banumas berupa beragam alat yang nantinya bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran agar tidak meluas.

Sementara, Kapolsek BP Peliung IPTU Arif Usman dalam paparannya mengatakan, dalam upaya menanggulangi akan bahaya kebakaran, pihaknya tidak main-main untuk memberikan tindakan tegas. Bahkan masyarakat yang membakar sampai dalam skala besar bisa ditangkap, karena hal itu dapat berpotensi mencemari udara dan berdampak pada orang lain.

“Api sekecil apapun saat ini bisa terdeteksi satelit. Jadi jangan berfikir membakar di tengah hutan tidak ketahuan, titik Hotspot akan tetap ketahuan dan petugas akan melakukan penangkapan jika memang pembakarannya dinilai menbahayakan.
Terlebih, jelang event olahraga Asian games nanti berbagai antisipasi dilakukan untuk mengantisipasi kebakaran yang tentunya akan menganggu kesuksesan pelaksanaan Asian Games tersebut,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjut Arif, masyarakat diminta agar tidak melakukan pembakaran ketika membuka lahan, karena hal itu akan menganggu ketentraman masyarakat dan tentunya merusak polusi udara.

“Sekali lagi kami harapkan, jika masyarakat ingin membuka lahan perkebunan jangan pakai cara membakar, karena hal itu tentunya sangat berpotensi menganggu ketentraman masyarakat lainnya,” lanjutnya.