loading...

KABAROKUTIMUR.COM, MARTAPURA – Bupati OKU Timur HM Kholid MD Ssos Msi saat meresmikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam dan Milad SDIT Maryam Murait ke VII di Desa Kotabaru menghimbau kepada pengelola untuk dapat memadukan antara kurikulum keagamaan dan kurikulum umum sehingga memiliki siswa yang beragama dan berbudi luhur. Hal itu diungkapkan Kholid saat memberikan sambutan dihadapan sejumlah kepala sekolah dan tamu undangan Rabu (22/3/2017).

Menurutnya, yang paling penting dalam proses pendidikan adalah pendidikan dalam keluarga harus diperhatikan. Tentunya diawali dengan hubungan antara orangtua dan anak. Jalinan kasih antara orangtua dan anak akan menjadikan pribadi anak baik dan berprilaku yang sesuai dengan agama.

“Contohnya saat Magrib tiba, orangtua harus perduli kepada anak-anaknya. Jangan biarkan mereka berkeliaran karena saat magrib adalah waktunya berkumpul bersama. Sukur-sukur bisa salat berjamaah,” katanya.

Kholid mengatakan, faktor rusaknya moral anak adalah adanya pembiaran dari orangtua sehingga membuat anak mengikuti keinginan lingkungan. Karena seorang anak jika berbuat nakal dan tidak diberikan teguran, maka kondisi tersebut akan terus terulang hingga akhirnya merusak akhlak anak itu sendiri yang tentunya akan berakibat merugikan orang lain.

“Proses pendidikan adalah mematangkan niat, disamping menghasilkan orang-orang berilmu, bertaqwa. Antara mendidik dengan mengajar itu memiliki perbedaan. Sama halnya dengan perbedaan antara orang yang pintar dengan orang yang cerdas,” katanya.

Kholid berharap, dengan diresmikannya SMP Islam tersebut dapat menelurkan generasi-generasi muda yang memiliki akhlak yang baik dan ilmu agama yang nantinya bisa menjadi contoh bagi generasi muda lainnya.

Dalam sambutannya pengurus SMP Islam Maryam Murait mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembangunan gedung SMP sebanyak dua lokal dengan kapasitas maksimal sebanyak 30 siswa. Selain itu, kedepan pihaknya juga akan meningkatkan pembangunan dengan membangun asrama untuk para siswa sehingga fokus dalam pelajaran benar-benar bisa dilaksanakan.

“Karena siswa yang belajar disini  banyak yang merupakan yatim piyati dan anak-anak miskin, jadi harapa nkita setelah selesai sekolah dasar mereka b isa melanjutkan disini tanpa harus memikirkan biaya dan tempat tinggal,” katanya. (Rilis Berita Humas OKU Timur).